Jakarta -
Sebelum Pemerintah menetapkan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional, ada andil desainer dalam menjaga eksistensi kebaya sebagai busana nasional sehingga bisa terus bertahan dari masa ke masa. Lewat karya mereka yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman, pakaian wanita Indonesia yang lahir dari pengaruh peradaban asing ini tetap terjaga relevansinya.
Nama-nama seperti Edward Hutabarat, Josephine Komara atau Obin, dan mendiang Ramli, mewakili generasi desainer senior yang memungkinkan kebaya beradaptasi sesuai perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu hadir Anne Avantie yang mendobrak pakem dengan kebaya modifikasi kreasinya. Menyusul Sapto Djojokartiko, Didiet Maulana, Chitra Subyakto, dan nama lainnya yang lebih lanjut mengeksplorasi kebaya dalam napas yang lebih urban dan mudah diapresiasi oleh muda-mudi.
Berikut deretan desainer Indonesia yang dikenal luas oleh publik lewat kebaya rancangan mereka.
1. Edward Hutabarat

Desainer Edward Hutabarat (Foto: dok. Edward Hutabarat)
Kebaya rancangan Edo, begitu ia akrab disapa, dikenal elegan, klasik, dan menghormati pakem tradisional. Siluetnya cenderung sederhana dengan konstruksi yang rapi, sementara keindahannya muncul lewat pilihan material berkualitas, bordir halus, serta padu padan kain tradisional dari berbagai daerah.
Aktif menekuni profesi desainer sejak 1980-an, Edo selalu berkarya berdasarkan riset yang mendalam. Ketertarikannya pada busana daerah melahirkan sebuah buku berjudul “Kebaya Nasional” yang diluncurkan pada 1999. Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno memberikan Anugerah Satyalencana Kebudayaan kepada Edo atas kontribusinya mempopulerkan kebaya sebagai busana nasional yang diminati perempuan Indonesia.
2. Josephine Komara (Obin)
Obin usai peragaan koleksi ‘Bahasa Kain’ persembahan BINhouse di JFW 2026. (Foto: Dok. Jakarta Fashion Week)
Lewat label BINhouse yang didirikannya, Obin bekerja sama dengan para perajin di berbagai daerah untuk menghidupkan kembali teknik pewarnaan alami, tenun, hingga batik tradisional yang sempat terancam ditinggalkan.
Dalam merancang kebaya, Obin yang lebih nyaman dijuluki sebagai ‘Tukang Kain’ ketimbang desainer, menonjolkan keindahan tekstil daripada ornamen yang berlebihan. Kebaya-kebaya kreasi perempuan kelahiran 71 tahun lalu ini hadir dalam warna yang vibrant, kaya tekstur, serta tampilan kontemporer yang artistik.
3. Ramli
Mendiang desainer Ramli. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)
Bisa dibilang, mendiang Ramli merupakan salah satu pionir dunia mode Indonesia yang berjasa membawa kebaya ke panggung fashion modern sejak era 1970-an. Desainer kelahiran Padang ini berhasil memperkenalkan kebaya sebagai busana yang anggun sekaligus glamor tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya.
Tak heran bila karyanya banyak dikenakan ibu negara, tokoh masyarakat, dan selebriti di berbagai kesempatan resmi. Ciri khas kebaya Ramli terletak pada siluet feminin dengan detail mewah seperti bordir, payet, dan permainan tekstur yang tetap terasa elegan.
4. Anne Avantie

Anne Avantie (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)
Anne Avantie merupakan nama yang nyaris identik dengan kebaya modern di Indonesia. Berkarier sejak akhir 1980-an, ia sukses mempopulerkan kebaya modifikasi yang kemudian menjadi pilihan utama untuk pernikahan, terutama di kalangan pesohor.
Kebaya rancangan Anne dikenal lewat siluet yang mengikuti lekuk tubuh, penggunaan brokat, renda, kristal, dan payet yang kaya, serta detail dramatis pada bagian ekor atau lengan. Keberanian tersebut sempat memicu kritikan dari rekan sejawat, tapi di sini lain banyak pula yang meniru kreasinya. Walaupun karya-karya saya ‘dikloning’ dari Sabang sampai Merauke dari kelas kambing sampe kelas kakap, dan kelas penjahit sampai kelas desainer. Saya tidak pernah ‘menggugat’," katanya dalam wawancara eksklusif dengan Wolipop beberapa tahun lalu.
5. Didi Budiardjo
Didi Budiardjo. (Foto: Abduh/Detikcom)
Kebaya karya Didi Budiardjo mengedepankan kesan anggun, feminin, dan berkelas. Ia piawai memadukan teknik haute couture dengan detail bordir serta aplikasi yang dikerjakan secara presisi.
Selama perjalanan kariernya, ia banyak dipercaya merancang busana bagi tokoh publik. Gongnya pada 2014, saat Veronica Tan mengenakan kebaya kartini putih di pelantikan suaminya saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta.
6. Didiet Maulana
Koleksi Busana Ikat Indonesia by Didiet Maulana di Acara Garis Poetih Raya Festival 2025. (Foto: Mohammad Abduh/detikcom)
Dalam merancang kebaya, Didiet lewat labelnya IKAT Indonesia menghadirkan pendekatan yang ringan, segar, dan dekat dengan generasi muda. Kebayanya sering dipadukan dengan kain tenun atau batik dalam siluet yang sederhana tapi tetap elegan.
Sentuhan warna-warna lembut, detail minimalis, serta pemilihan material yang nyaman menjadi ciri khas yang membuat kebaya tampil modern tanpa kehilangan identitas tradisional. Lebih lanjut, ia mengelevasi kebaya dengan sentuhan yang lebih eksklusif lewat lini Svarna.
7. Chitra Subyakto

Chitra Subyakto usai mempresentasikan koleksi Sejauh Mata Memandang yang bertajuk 'Larung' di Jakarta Fashion Week 2026. (Foto: Jakarta Fashion Week/Dandy Hendrata)
Chitra Subyakto adalah pendiri label Sejauh Mata Memandang yang dikenal lewat pendekatan fashion berkelanjutan sekaligus eksplorasi motif tekstil Indonesia. Lewat koleksinya, ia konsisten mengangkat isu lingkungan, pemberdayaan perajin, dan pelestarian wastra Nusantara melalui desain yang kontemporer.
Interpretasi kebaya ala Chitra cenderung lebih longgar, fungsional, dan mudah dipadupadankan dengan busana modern. Siluet yang santai diperkaya motif-motif khas Sejauh Mata Memandang seperti flora, fauna, atau pola geometris yang dicetak pada kain. Pendekatan tersebut membuat kebaya terasa lebih kasual dan dekat dengan gaya hidup perempuan urban masa kini.
8. Vera Anggraini (Vera Kebaya)
Vera Anggraini. (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)
Nama Vera Anggraini sudah tak asing lagi di ranah bridal Tanah Air berkat kepiawaiannya mewujudkan impian para pengantin wanita yang ingin menikah dalam balutan kebaya mewah.
Berawal dari butik kecil, karyanya berkembang luas lewat label besutannya, Vera Kebaya, berkat pendekatan desain yang elegan sekaligus mengikuti perkembangan tren.
9. Sapto Djojokartiko
Sapto Djojokartiko (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Sapto Djojokartiko termasuk satu dari segelintir desainer Indonesia yang sukses membawa estetika lokal ke panggung internasional. Labelnya menonjol melalui pendekatan luxury fashion yang memadukan keahlian kriya Indonesia dengan konstruksi busana yang modern dan sophisticated. Sorotan sempat tertuju padanya saat Raline Shah beberapa kali memakai kebaya kreasi Sapto di karpet merah Cannes Film Festival.
Kebaya rancangannya tidak selalu mengikuti bentuk tradisional secara literal, tetapi tetap mempertahankan esensi keanggunannya lewat detail motif artisan yang dikembangkannya dari corak kain atau ukiran tradisional.
10. Wilsen Willim
Wilsen Willim (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Wilsen Willim mengedepankan pendekatan kontemporer dengan perhatian tinggi terhadap teknik konstruksi dan kualitas material. Belakangan, ia mengeksplorasi tekstil Indonesia, termasuk tenun tangan, dalam karya-karyanya yang modern dan berkarakter.
Ketika menginterpretasikan kebaya, Wilsen memilih sesuatu yang sederhana dan arsitektural. Ia mengurangi ornamen yang berlebihan, lalu menonjolkan potongan yang presisi, permainan volume, serta tekstur kain. Hasilnya adalah kebaya dengan estetika modern yang bersih dan understated, sekaligus menunjukkan bahwa busana tradisional dapat tampil relevan dalam lanskap fashion kontemporer.
(dtg/dtg)