10 Manfaat daun salam bagi kesehatan tubuh, gak cuma buat masakan

Jakarta (ANTARA) - Daun salam sudah lama menjadi salah satu bumbu dapur yang hampir selalu ada dalam masakan Indonesia. Daun yang dikenal dengan nama latin Syzygium Polyanthum ini dikenal mampu memberikan aroma harum dan cita rasa khas pada berbagai hidangan, mulai dari semur, rendang, hingga aneka masakan berkuah.

Namun, manfaat daun salam ternyata tidak hanya sebatas penyedap masakan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa daun salam mengandung beragam senyawa aktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang sehat.

Daun salam mengandung antioksidan seperti flavonoid, tanin dan polifenol, serta sejumlah vitamin dan mineral, di antaranya vitamin A, vitamin C, vitamin B6, magnesium, serat, dan zinc. Berkat kandungan tersebut, daun salam dipercaya dapat membantu menjaga daya tahan tubuh hingga mendukung kesehatan jantung.

Meski demikian, perlu diingat bahwa sebagian manfaat daun salam masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia. Daun salam juga bukan pengganti obat maupun terapi medis yang diresepkan dokter.

Berikut 10 manfaat daun salam bagi kesehatan tubuh.

1. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh

Daun salam mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin B6, serta mineral seperti zinc yang berperan penting dalam menjaga fungsi sistem imun.

Vitamin C dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sementara vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan jaringan tubuh dan sistem kekebalan.

Mengonsumsi daun salam sebagai bagian dari menu sehari-hari dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung daya tahan tubuh.

Baca juga: 8 manfaat daun salam untuk kesehatan tubuh dan cara mengolahnya

Baca juga: Ragam manfaat daun salam bagi kesehatan tubuh

2. Membantu menjaga kadar gula darah

Salah satu manfaat daun salam yang cukup banyak diteliti adalah potensinya dalam membantu mengontrol kadar gula darah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan polifenol di dalam daun salam dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar gula darah lebih mudah dikendalikan, terutama pada penderita diabetes tipe 2.

Meski demikian, penderita diabetes tetap harus mengikuti pengobatan dan pola makan yang dianjurkan dokter. Daun salam sebaiknya hanya dijadikan sebagai pelengkap, bukan pengganti obat.

3. Membantu menurunkan kolesterol

Kandungan serat dan flavonoid pada daun salam dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus mendukung keseimbangan kolesterol baik (HDL).

Menjaga kadar kolesterol tetap normal penting untuk mengurangi risiko penumpukan plak pada pembuluh darah yang dapat memicu penyakit jantung.

4. Berpotensi membantu mencegah batu ginjal

Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak daun salam dapat membantu menurunkan kadar enzim urease dalam tubuh.

Enzim urease yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, daun salam dinilai memiliki potensi untuk membantu menjaga kesehatan ginjal.

Namun, manfaat ini masih memerlukan penelitian klinis lebih lanjut pada manusia.

5. Membantu menjaga kesehatan pencernaan

Daun salam mengandung serat yang berperan dalam menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

Secara tradisional, rebusan daun salam juga sering dimanfaatkan sebagai minuman herbal untuk membantu meredakan perut kembung, rasa tidak nyaman pada lambung, hingga gangguan pencernaan ringan.

Walaupun demikian, jika keluhan pencernaan berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

6. Mendukung kesehatan jantung

Manfaat daun salam untuk kesehatan jantung berasal dari kombinasi kandungan antioksidan, serat, serta kemampuannya membantu menjaga kadar gula darah dan kolesterol.

Dengan berkurangnya faktor risiko tersebut, risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, juga dapat ditekan apabila diimbangi dengan pola hidup sehat.

7. Membantu melindungi fungsi otak

Antioksidan di dalam daun salam dapat membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antioksidan berpotensi membantu menjaga fungsi kognitif, daya ingat, serta mengurangi risiko penurunan fungsi otak akibat proses penuaan.

Namun, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya pada manusia.

8. Berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker

Sejumlah penelitian laboratorium menunjukkan bahwa senyawa aktif pada daun salam memiliki aktivitas antikanker terhadap beberapa jenis sel kanker, seperti kanker payudara dan kanker kolorektal.

Meski hasil penelitian awal cukup menjanjikan, hingga saat ini belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa daun salam dapat digunakan sebagai terapi kanker.

Karena itu, penderita kanker tetap harus menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.

9. Membantu mempercepat penyembuhan luka

Daun salam mengandung flavonoid dan tanin yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Kedua senyawa tersebut dipercaya dapat membantu mengurangi peradangan sehingga mendukung proses penyembuhan luka secara alami.

Walaupun demikian, manfaat ini sebagian besar masih didasarkan pada penelitian awal sehingga diperlukan penelitian lanjutan.

10. Membantu menjaga kesehatan tulang

Magnesium merupakan salah satu mineral penting yang terdapat pada daun salam.

Mineral ini berperan dalam menjaga kepadatan tulang, mendukung fungsi otot, serta membantu kerja sistem saraf.

Asupan magnesium yang cukup dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis, terutama jika disertai konsumsi kalsium dan vitamin D yang memadai.

Cara mengonsumsi daun salam

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh manfaat daun salam, antara lain:

  • Menambahkan daun salam sebagai penyedap alami pada masakan.
  • Merebus daun salam menjadi teh herbal.
  • Mengonsumsi ekstrak atau suplemen daun salam yang telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Jika memilih mengonsumsi suplemen atau ekstrak daun salam, pastikan mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Hal yang perlu diperhatikan

Meskipun berasal dari bahan alami, konsumsi daun salam dalam bentuk ekstrak atau suplemen tetap perlu dilakukan secara bijak.

Orang yang sedang mengonsumsi obat diabetes, obat penurun tekanan darah, atau obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan suplemen daun salam. Hal ini karena terdapat kemungkinan interaksi yang dapat memengaruhi kerja obat.

Selain itu, ibu hamil dan ibu menyusui juga disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi ekstrak daun salam dalam jumlah tertentu.

Baca juga: Rempah Indonesia: Sunrise Industry perekonomian negeri

Baca juga: Hotel bintang lima di Hangzhou sajikan kuliner khas Indonesia

Baca juga: Ketika keju Prancis bertemu rempah Indonesia

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.