Ekosistem lingkungan menjadi hal yang sangat penting bagi kawasan industri seperti SIER, karena aktivitas industri tidak bisa dilepaskan dari isu-isu lingkungan. Karena itu, kami melihat ini sebagai peluang untuk menunjukkan dukungan nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.
Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 2.000 peserta mengikuti ajang SIER Mangrove Eco Run 3.0 yang digelar PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Minggu, sebagai upaya memperkuat pelestarian lingkungan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT SIER Rizka Syafittri Siregar mengatakan penyelenggaraan Mangrove Eco Run menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, terutama di kawasan industri.
"Ekosistem lingkungan menjadi hal yang sangat penting bagi kawasan industri seperti SIER, karena aktivitas industri tidak bisa dilepaskan dari isu-isu lingkungan. Karena itu, kami melihat ini sebagai peluang untuk menunjukkan dukungan nyata terhadap keberlanjutan lingkungan," kata Rizka melalui keterangan yang diterima di Surabaya.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 PT SIER tersebut merupakan hasil kolaborasi SIER, anggota Holding BUMN Danareksa, dengan Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya.
Jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.500 orang.
Rizka menjelaskan keterlibatan SIER bermula dari inisiatif BRIDA Kota Surabaya yang menggagas Mangrove Eco Run sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
Menurut dia, partisipasi SIER juga menjadi bentuk kontribusi kawasan industri dalam memperkuat ekosistem lingkungan berbasis kolaborasi, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.
Selain mendukung pelestarian lingkungan, SIER juga berkomitmen memperkuat pengembangan riset, teknologi, dan inovasi yang dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala BRIDA Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan antusiasme masyarakat terhadap kategori baru tersebut cukup tinggi. Dari total peserta, lebih dari 500 orang mengikuti kategori trail run.
"Untuk kategori Trail Run yang baru pertama kali digelar, respons masyarakat sangat positif. Lebih dari 500 peserta langsung berpartisipasi di kategori tersebut. Ini menunjukkan masyarakat Surabaya antusias mencoba pengalaman berlari dengan konsep yang berbeda," katanya.
Agus menilai lintasan alami yang melintasi jalur tanah, pematang tambak, hingga kawasan hutan mangrove menjadi daya tarik tersendiri karena berbeda dengan ajang lari di Surabaya yang selama ini didominasi lintasan jalan raya.
Ia menambahkan peningkatan jumlah peserta menjadi motivasi bagi penyelenggara untuk terus menyempurnakan kualitas pelaksanaan, termasuk sistem transportasi dan pelayanan peserta, agar kegiatan tersebut semakin nyaman pada penyelenggaraan berikutnya.
Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.