4 orang tewas akibat kecelakaan beruntun di Pasuruan

4 orang tewas akibat kecelakaan beruntun di Pasuruan

Senin, 27 Juli 2026 13:37 WIB

Image Print

Sejumlah gulungan kertas terlepas dan terguling dari kendaraan truk yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Malang-Surabaya di Kecamatan Gempol, Pasuruan, Senin (27/7/2026). ANTARA/Fahmi Alfian

Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Empat orang meninggal dunia dan enam lainnya terluka dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan truk bermuatan gulungan kertas di Jalan Raya Malang-Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin pagi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan AKP Jauhar Rizqullah Sumirat di Pasuruan, Senin, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.45 WIB ketika truk yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya diduga kehilangan kendali.

"Sopir diduga tidak bisa mengontrol laju (kendaraan) sehingga terjadi kecelakaan," katanya.

Menurut dia, truk terlebih dahulu menabrak kendaraan di depannya, kemudian melintasi median jalan dan masuk ke jalur berlawanan hingga menghantam mobil tangki air serta dua sepeda motor.

Baca juga: Perry mundur, Destry: Kepemimpinan BI tetap kolektif kolegial

Akibat kejadian tersebut, tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Truk kemudian kembali melintasi median jalan, menabrak sejumlah rumah warga dan sebuah sepeda motor sebelum akhirnya berhenti.

Jauhar mengatakan sopir truk sempat terjepit selama beberapa jam dan meninggal dunia setelah dievakuasi menuju RS Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, sehingga jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang.

Selain empat korban meninggal dunia, enam orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kecelakaan beruntun di Pasuruan tewaskan empat orang

Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah/Fahmi Alfian
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.