Minggu, 16 Agustus 2026, 09:45 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melaporkan, sebanyak 5 bandara udara terdampak gempa bumi di Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) kemarin.
Adapun 5 bandara yang turut mengalami kerusakan akibat gempa Flores, antara lain; Bandar Udara Komodo - Labuan Bajo, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman – Ende, Bandar Udara Umbu Mehang Kunda – Waingapu, Bandar Udara Frans Sales Lega – Ruteng, Bandar Udara Soa – Bajawa.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan, Ditjen Perhubungan Udara bersama penyelenggara bandar udara dan pelayanan navigasi penerbangan terus melakukan pemeriksaan serta pemantauan kondisi fasilitas, personel, dan operasional penerbangan di wilayah terdampak.
"Kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya," ujar dia dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).
Di Bandar Udara Soa – Bajawa, berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada runway dan sejumlah bangunan serta fasilitas pendukung, termasuk adanya retakan baru di beberapa titik.
Sementara itu, pada aspek pelayanan navigasi penerbangan, terdapat unit pelayanan yang terdampak, yaitu Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.
"Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat," imbuh Lukman.
Baca Juga: Gempa Susulan M 7,7 di Nagekeo Capai 686 Kali, 16 Gempa Bermagnitudo di Atas 5
Baca Juga: Percepat Pemulihan Pascagempa Flores, PLN Pastikan Fasilitas Umum dan Vital Teraliri Listrik
Pada sejumlah lokasi, khususnya yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi untuk sementara dilaksanakan dari lokasi yang dinilai aman. Contingency plan juga disiapkan untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan pelayanan navigasi penerbangan.
Terkait perkembangan operasional penerbangan, masyarakat pengguna jasa transportasi udara di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pengelola bandar udara serta maskapai penerbangan.
"Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Informasi mengenai kondisi bandar udara, pelayanan navigasi penerbangan, serta perkembangan operasional penerbangan akan disampaikan lebih lanjut setelah hasil pemeriksaan dan asesmen terbaru diterima," tuturnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.