8 Alasan Perempuan Usia 40-an Rentan Mengalami Depresi, Bukan Sekadar soal Usia

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:46 WIB

VIVA – Memasuki usia 40-an sering dianggap sebagai fase kehidupan yang penuh perubahan. Bukan hanya soal bertambahnya usia, perempuan juga dapat menghadapi perubahan hormonal, kondisi keluarga, pekerjaan, hingga hubungan dengan pasangan.

Baca Juga

Berbagai perubahan tersebut dapat memengaruhi kondisi emosional. Dalam beberapa kasus, tekanan yang menumpuk bahkan bisa membuat perempuan lebih rentan mengalami depresi di usia 40-an.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut sejumlah faktor yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental perempuan di usia paruh baya, melansir dari YourTango

Baca Juga

1. Perubahan hormon menjelang menopause

Perimenopause merupakan salah satu perubahan penting yang dialami banyak perempuan pada usia 40-an. Pada fase ini, kadar hormon seperti estrogen mulai berfluktuasi dan siklus menstruasi dapat menjadi tidak teratur.

Baca Juga

Perubahan hormon tersebut dapat disertai berbagai keluhan, termasuk perubahan suasana hati, gangguan tidur, dan berkurangnya energi. Kondisi fisik yang berubah secara bersamaan dengan tekanan kehidupan sehari-hari dapat membuat seseorang lebih mudah merasa tertekan.

2. Mulai merasa tidak percaya diri dengan perubahan tubuh

Perubahan tubuh juga dapat menjadi sumber tekanan tersendiri. Metabolisme yang berubah, berat badan yang lebih sulit dikontrol, serta perubahan penampilan dapat membuat sebagian perempuan merasa kehilangan kepercayaan diri.

Terlebih bagi mereka yang sejak muda mengaitkan harga diri dengan penampilan fisik. Ketika tubuh tidak lagi terlihat seperti saat berusia 20-an, proses menerima perubahan tersebut bisa menjadi tantangan emosional.

3. Penyesalan dalam menjalani peran sebagai ibu

Ketika anak mulai beranjak besar, sebagian perempuan memiliki lebih banyak waktu untuk melihat kembali perjalanan mereka sebagai orang tua.

Ada yang merasa menyesal karena menganggap dirinya tidak memberikan pengasuhan seperti yang diinginkan. Pengalaman masa lalu, masalah dalam pernikahan, maupun kondisi psikologis setelah melahirkan dapat membuat penyesalan tersebut kembali muncul.

4. Menyesal terlalu lama menjadi ibu rumah tangga

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian perempuan yang memilih fokus mengurus keluarga juga dapat mengalami pergulatan emosional ketika anak-anak mulai mandiri.

Mereka mungkin mulai mempertanyakan pilihan hidup yang pernah diambil, termasuk kesempatan membangun karier atau kemandirian finansial. Keinginan untuk kembali bekerja pun terkadang muncul, tetapi setelah bertahun-tahun berada di rumah, memulai kembali karier bukan perkara mudah.

Halaman Selanjutnya

5. Justru menyesal terlalu fokus pada karier