8 Kali Lolos Hukuman Mati, Napi Tertua di AS Meninggal

Smith menghabiskan lebih dari 70 tahun di penjara, meski sempat menikmati kebebasan dalam tiga periode singkat.

Pada 1967, ia melarikan diri dari penjara dan berhasil ditangkap kembali 12 hari kemudian.

Pada 1974, Smith pulang pada malam Natal dan kembali ke penjara keesokan harinya, menurut Banevicius.

Setahun kemudian, ia mendapat pembebasan bersyarat dan berada di luar penjara selama sekitar 10 bulan. Namun, ia kembali ditangkap karena pencurian ringan dan kepemilikan senjata, yang merupakan pelanggaran terhadap pembebasan bersyaratnya, menurut Boston Globe.

Richard Sparaco, mantan direktur eksekutif lembaga yang kini bernama Board of Pardons and Paroles, mengatakan kepada Hartford Courant bahwa Smith kemudian menolak beberapa upaya untuk kembali mendapatkan pembebasan bersyarat.

Baru pada 2020, Smith akhirnya mendapat pembebasan bersyarat dengan pengawasan dan dipindahkan ke sebuah fasilitas perawatan bagi warga lanjut usia dalam sistem peradilan.

Gambaran Krisis Narapidana Lansia di AS

Kisah Smith juga mencerminkan persoalan yang lebih luas di sistem pemasyarakatan Amerika Serikat, yakni semakin banyaknya narapidana yang menua di dalam penjara.

Dr Stephanie Prost, peneliti mengenai lansia dan lingkungan penjara di University of Louisville, Kentucky, mengatakan kepada BBC bahwa banyak sistem penjara memiliki narapidana seperti Smith.

"Ini bukan hanya masalah yang dihadapi satu yurisdiksi terkait krisis akibat penuaan, karena persoalan serupa juga muncul di Australia dan Inggris," katanya.

Menurut studi yang diterbitkan pada 2025, jumlah narapidana berusia 55 tahun ke atas meningkat hampir 400 persen antara 1991 dan 2021.

Biro Sensus Amerika Serikat memperkirakan setidaknya sepertiga populasi narapidana akan berusia lebih dari 50 tahun pada 2030.

Prost dan para peneliti lainnya mendorong penerapan kebijakan yang disebut "smart de-carceration". Salah satu bentuknya adalah pembebasan dengan pertimbangan kemanusiaan serta pembebasan bersyarat bagi lansia atau narapidana dengan kebutuhan medis.

Kebijakan tersebut mempertimbangkan usia dan kebutuhan perawatan, mengingat narapidana lansia lebih rentan mengalami berbagai persoalan kesehatan yang membutuhkan biaya besar dan dapat menyulitkan mereka menjalani kehidupan dalam lingkungan penjara yang sangat teratur.

Risikonya antara lain jatuh, inkontinensia, hingga gangguan pendengaran.

Namun, para ahli mengatakan hanya sedikit fasilitas yang bersedia menerima narapidana yang telah menjalani hukuman.

Smith termasuk salah satu penghuni awal yang mendapat perawatan melalui MissionCare Health, sebuah skema yang secara khusus memberikan layanan perawatan kepada individu yang masih berada dalam sistem pemasyarakatan. Saat ini, skema tersebut memiliki tiga fasilitas di wilayah timur laut Amerika Serikat.