Abdul El-Sayed: Anak Imigran Mesir Membidik Kursi Senat Amerika Serikat

Liputan6.com, Washington, DC - Abdul El-Sayed, kader progresif dari Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), memenangi pemilihan pendahuluan di Michigan pada 4 Agustus untuk menjadi calon senator dari partai tersebut.

Pria berusia 41 tahun itu mencetak kemenangan tipis namun bersejarah dengan meraup 48,5 persen suara, mengalahkan anggota DPR AS Haley Stevens (47,5 persen), kandidat pilihan kalangan mapan Partai Demokrat yang mendapat dukungan dana puluhan juta dolar dari kelompok pelobi pro-Israel. Persaingan keduanya mendapat perhatian luas di AS karena dipandang sebagai salah satu barometer arah ideologi yang akan ditempuh Partai Demokrat ke depan.

Persaingan keduanya mendapat perhatian luas di AS karena dipandang sebagai salah satu barometer arah yang akan ditempuh Partai Demokrat ke depan.

Sehari setelah kemenangannya, El-Sayed mengenang perjalanan hidup yang membawanya sampai ke dunia politik. Ia mengatakan hidupnya mungkin akan sangat berbeda jika ayahnya tidak mendapat kesempatan berimigrasi dari Mesir ke AS untuk kuliah di Detroit.

"Kalau bukan karena sebuah kebetulan yang membuat ayah saya bisa berimigrasi ke Detroit untuk kuliah di Wayne State University, saya mungkin akan menjadi sopir taksi di Mesir seperti sepupu-sepupu saya," kata El-Sayed dalam pidato kemenangan di Detroit pada 5 Agustus, seperti dilaporkan USA TODAY.

"Bedanya, saya lahir di AS."

El-Sayed mengatakan tempat kelahirannya memberinya berbagai kesempatan yang tidak dimiliki sebagian anggota keluarganya di Mesir.

Ia mendapat akses terhadap vaksin yang melindunginya dari penyakit yang menewaskan anggota keluarganya di luar negeri, mengenyam pendidikan di sekolah negeri, serta memperoleh pendanaan publik untuk pendidikan kedokterannya.

Kesempatan itu kemudian membawanya bekerja di bidang kesehatan masyarakat dan membentuk pandangan politiknya, termasuk dukungannya terhadap "Medicare for All" atau Medicare untuk semua, yang menjadi salah satu isu utama kampanyenya.

"Saya tahu apa yang AS berikan kepada saya, tetapi saya juga tahu apa yang masih tidak diberikan AS kepada terlalu banyak anak di negeri ini," kata El-Sayed, yang memiliki dua anak perempuan.

"Jadi, ketika kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai senator AS muncul, saya menyadari bahwa ini bukan sekadar pertarungan melawan Mike Rogers dan Donald Trump. Ini adalah perjuangan untuk mewujudkan AS yang dapat memberikan apa yang saya dapatkan kepada semua anak di negara ini."

Menurut situs kampanyenya, El-Sayed tinggal di Ann Arbor bersama istrinya, Sarah Jukaku, dan dua putri mereka, Emmalee dan Serene. Jukaku bekerja sebagai psikiater.

Tumbuh di Pinggiran Detroit

Abdul El-Sayed

Perbesar

Abdul El-Sayed, politikus progresif yang memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat AS dari Michigan, saat berada di Majestic Theatre, Detroit, Rabu (5/8/2026). (Dok. AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

El-Sayed tumbuh di kawasan pinggiran Detroit, tidak sampai 20 menit dari pusat kota tempat ia menyampaikan pidato kemenangannya.

Ia lahir pada Halloween 1984.

Ayahnya pindah dari Mesir ke AS untuk kuliah di Wayne State University di Detroit.

Menurut Detroit Free Press, bagian dari USA TODAY Network, ayah El-Sayed kemudian menjadi insinyur dan profesor di Eastern Michigan University, sedangkan ibunya bekerja sebagai perawat praktisi.

Orang tua El-Sayed kemudian berpisah. Setelah itu, ia lebih banyak dibesarkan oleh ayah dan ibu tirinya.

Free Press melaporkan bahwa ibu tirinya merupakan seorang profesor yang berasal dari keluarga Protestan di Michigan bagian tengah.

Semasa sekolah menengah, menurut situs kampanyenya, El-Sayed menjadi kapten tim sepak bola, gulat, dan lacrosse.

Masa Kecil di Mesir

Meski tumbuh di AS, El-Sayed kerap menghabiskan liburan musim panas semasa kecil bersama keluarganya di Mesir. Pengalaman tersebut, menurutnya, sangat membentuk cara pandangnya.

"Saya menghabiskan banyak musim panas semasa kecil di Mesir," kata El-Sayed.

"Di sana, saya bisa melihat secara langsung seperti apa kehidupan yang mungkin saya jalani."

Menurut Free Press, keluarganya di Mesir tinggal di Alexandria, kota pelabuhan kuno di pesisir Laut Mediterania. Kondisi ekonomi mereka disebut tidak semapan keluarga El-Sayed di Michigan.

Pengalaman itu membuat El-Sayed menyadari betapa beruntungnya kehidupan yang ia jalani di AS sekaligus memahami pentingnya kesehatan masyarakat.

Pendidikan dan Karier di Bidang Kesehatan

Abdul El-Sayed

Perbesar

Abdul El-Sayed, politikus progresif yang memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat AS dari Michigan, saat berada di Majestic Theatre, Detroit, Rabu (5/8/2026). (Dok. AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

El-Sayed meraih gelar kedokteran dari College of Physicians and Surgeons, Columbia University. Ia juga meraih gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat dari Oxford University sebagai penerima Beasiswa Rhodes.

Sebelumnya, ia menempuh pendidikan sarjana di University of Michigan dengan mengambil jurusan biologi dan ilmu politik.

Ketika itu, orang-orang sempat bercanda bahwa kedua bidang tersebut sangat berbeda sehingga El-Sayed tidak akan pernah menemukan pekerjaan yang bisa menggabungkan keduanya.

Sebelum memasuki dunia politik, ia menghabiskan bertahun-tahun berkarier di bidang kesehatan masyarakat.

El-Sayed pernah menjabat sebagai direktur kesehatan masyarakat Detroit dan asisten profesor epidemiologi di Columbia University.

Di Columbia, ia memimpin tim beranggotakan 20 orang dengan anggaran US$ 1,2 juta dalam program Systems Science dan pusat Global Research Analytics for Population Health.

El-Sayed semakin dikenal masyarakat AS ketika pandemi COVID-19 mencapai puncaknya. Saat itu, ia kerap tampil sebagai pakar di berbagai media.

Detroit termasuk salah satu kota besar di AS yang mencatat jumlah kematian akibat COVID-19 yang tinggi pada tahap awal pandemi.

El-Sayed sendiri sudah pernah mencoba masuk ke dunia politik pada 2018 dengan mencalonkan diri sebagai gubernur Michigan.

Pengalaman di Bidang Kesehatan Mendorongnya Terjun ke Politik

Pengalaman bekerja di bidang kesehatan menjadi salah satu alasan utama El-Sayed terjun ke politik.

Ia mengatakan berulang kali menghadapi hambatan ketika berusaha meningkatkan kesehatan warga Michigan, terutama mereka yang memiliki angka harapan hidup jauh lebih rendah.

"Saya terus berhadapan dengan satu hal," tutur El-Sayed, "politik yang mengatakan bahwa perusahaan boleh melakukan apa yang mereka bisa, sementara kita semua harus melakukan apa yang terpaksa kita lakukan. Politik yang mengatakan bahwa demokrasi kita bisa diambil jika seseorang memiliki cukup uang untuk mengambilnya."

Menurut El-Sayed, kondisi tersebut membuatnya ingin membangun gerakan politik yang mengembalikan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama demokrasi.

"Inilah inti dari semuanya: membangun sebuah gerakan untuk merebut kembali demokrasi kita agar melayani masyarakat yang benar-benar berhak mendapatkan yang terbaik dari apa yang ditawarkan AS."