Adrie Basuki Tampilkan Cara Baru Daur Ulang Limbah Fashion di 'Jantung Nadi'

Jakarta -

Bagi Adrie Basuki, melakoni profesi desainer bukan cuma soal mendesain pakaian dan mencari untung. Konsisten dengan koleksi yang berkelanjutan, ia juga menyuarakan kepedulian terhadap mereka yang sedang berjuang untuk sembuh dari kesakitan fisik.

Di JF3 Fashion Festival 2026 baru-baru ini, ia menggelar fashion show bertajuk 'Jantung Nadi'. "Sebuah persembahan spesial untuk mendiang ayah saya," ungkap Adrie di hadapan para tamu sebelum peragaan dimulai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayah Adrie tutup usia karena penyakit jantung. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam sekaligus memotivasi Adrie untuk berbuat sesuatu demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit yang dijuluki silent killer itu.

Adrie menyebut koleksi yang terdiri dari 35 set busana ini merupakan evolusi dari eksplorasi circular fashion yang didalaminya sejak 2019.

Koleksi Adrie Basuki di JF3 Fashion Festival 2026Koleksi Adrie Basuki di JF3 Fashion Festival 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Kain Marmer, material hasil daur ulang yang melalui proses transformasi tujuh tahap, kembali diangkat. Kali ini ditawarkan dalam pilihan blazer, crop top, atasan berpeplum yang wearable saat dipadu dengan celana panjang bersiluet palazzo ataupun rok mini.

Presentasi kali ini juga memperlihatkan cara baru yang sedang dikembangkan Adrie dalam mengolah limbah fashion. Benang yang tidak terpakai lagi dikumpulkan, lalu dijahit ulang dan disatukan sehingga seperti benang kusut yang abstrak tapi menarik.

Koleksi Adrie Basuki di JF3 Fashion Festival 2026Adrie Basuki membuat luaran dari benang yang tidak terpakai lagi. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Adrie mengolahnya menjadi berbagai macam luaran oversized, salah satunya berwarna kuning cerah yang menemani dress orange batik cap bermotif jahe (motif seputaran tanaman herbal diangkat karena kerap dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung).

"Pengerjaannya seminggu karena harus diulang kalau tumpukan benangnya kurang," ujar Juara I Lomba Perancang Mode (LPM) 2021 itu kepada Wolipop usai peragaan.

Benang-benang tersebut, lanjut Adrie, harus dibuat padat. Jika tidak, rawan robek. "Yang paling menantang adalah menyatukan ke dalam bentuk baju. Kalau jahitnya tidak rapi dan hati-hati, bajunya malah rusak," jelas perancang yang turut memberdayakan ibu-ibu penjahit kain perca di Bogor, Jawa Barat, dalam proses kreatifnya.

Busana batik yang muncul menggunakan kain dari Sadabhumi Batik, lini baru yang diluncurkan Adrie dan Andhika Basuki pada 2024. Kehadirannya untuk mengakomodasi konsumen yang hanya menginginkan kain.

"Khususnya buat sahabat-sahabat saya dari komunitas rentan. Banyak dari mereka yang belum mampu beli bajuku, jadi mereka bisa beli kainnya dan menjahitnya sendiri," kata Adrie yang pernah menyertakan para penyintas kanker sebagai model peragaan kecilnya pada 2024.

Meski dibuat dengan teknik batik cap, pewarnaan tidak menggunakan bahan alami. "Karena masih mengejar affordability-nya, jadi sekarang kami coba tetap menjaga kualitas dengan material seperti katun sutra dan katun paris," ungkap Adrie.

Untuk penataan busana di panggung, padu-padan warna terasa menarik. Ada andil Jasmine Kampono, stylist muda yang digandeng Adrie, agar koleksi ini terasa lebih menarik bagi gen-z.

Koleksi Adrie Basuki di JF3 Fashion Festival 2026Adrie Basuki bersama Jasmine Kampono usai mempresentasikan koleksi 'Jantung Nadi' di JF3 Fashion Festival 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Peragaan ditutup dengan penampilan para penyintas kanker serta pengurus rumah singgah pasien kanker. Ibu Adrie, Roostiati Basuki, yang saat ini sudah berusia 72 tahun, juga berlenggang bak model.

"Dia juga mau ngerasain jalan di catwalk beneran. Haha," kata Adrie. Keikutsertaan mereka sukses membuat persembahan ini kian terasa bermakna.

(dtg/dtg)