Kami akan melakukan piloting atas dukungan Pak Menteri Koperasi di Sumatera Utara membangun kemitraan plasma antara Agrinas dengan petani yang berhimpun dalam koperasi
Musi Banyuasin, Sumsel (ANTARA) - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) sedang menyiapkan proyek percontohan atau pilot project kemitraan pengembangan plasma sawit bersama petani yang tergabung dalam koperasi di Sumatera Utara.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan proyek percontohan tersebut akan menjadi model kemitraan yang dapat diterapkan di wilayah lain.
“Kami akan melakukan piloting atas dukungan Pak Menteri Koperasi di Sumatera Utara membangun kemitraan plasma antara Agrinas dengan petani yang berhimpun dalam koperasi yang nanti kita jadikan modeling untuk di tempat-tempat yang lain,” ujar Ghani kepada wartawan usai menghadiri Seminar Nasional Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa.
Menurut Ghani, Agrinas sebagai badan usaha milik negara akan mengembangkan kemitraan dengan koperasi, baik sebagai vendor maupun dalam pengembangan kebun plasma sawit.
Ia mengatakan kemitraan tersebut sejalan dengan ketentuan yang mewajibkan sedikitnya 20 persen areal yang dikelola untuk dialokasikan sebagai kebun sawit rakyat.
“Ke depan di dalam pengelolaan perusahaan kami bermitra dengan koperasi. Baik mitra sebagai vendor maupun dalam kaitannya dengan pengembangan plasma sawit di areal yang menurut ketentuan minimal 20 persen harus diserahkan atau dibangun kebun sawit rakyat,” katanya.
Baca juga: Menkop mendorong Agrinas bangun ekosistem sawit seperti Felda Malaysia
Baca juga: Menkop dorong koperasi bangun pabrik CPO perkuat hilirisasi sawit
Ghani juga membuka peluang bagi koperasi di berbagai daerah untuk bermitra dengan Agrinas Palma.
Ia menyebut koperasi yang berminat dapat berkoordinasi dengan pimpinan wilayah atau regional Agrinas yang berada di daerah masing-masing.
Agrinas Palma Nusantara merupakan BUMN yang mendapat penugasan pemerintah untuk mengelola kebun sawit hasil penertiban kawasan hutan. Ghani menyebut terdapat sekitar 4,1 juta hektare lahan hasil penertiban Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dititipkan kepada Agrinas Palma untuk dikelola.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pengembangan sawit berbasis koperasi diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, khususnya petani sawit, dalam pengelolaan lahan yang berada di bawah pengelolaan Agrinas Palma.
Menurut Ferry, kerja sama antara Agrinas dan koperasi diharapkan menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sawit sekaligus mendorong hilirisasi berbasis koperasi.
“Presiden ingin supaya pengelolaan oleh PT Agrinas Palma Nusantara ini juga bisa melibatkan masyarakat, melibatkan anggota koperasi yang notabene mereka adalah petani-petani sawit,” kata Ferry.
Ferry menilai koperasi tidak hanya dapat berperan dalam pengelolaan kebun, tetapi juga dikembangkan sebagai pelaku usaha dalam rantai hilirisasi sawit.
Ia mencontohkan KUD Sejahtera Banyuasin yang telah mengembangkan usaha sawit hingga membangun pabrik pengolahan crude palm oil (CPO). Model tersebut, menurut Ferry, dapat menjadi contoh bagi koperasi sawit di daerah lain.
Ferry berharap pengembangan hilirisasi di tingkat koperasi dapat membuat nilai tambah hasil perkebunan sawit lebih banyak dinikmati petani dan masyarakat di daerah produksi.
Menurut dia, pengolahan sawit di dekat sentra produksi, termasuk pengembangan produk turunannya, dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Baca juga: Pemkab dan Agrinas optimalkan pengelolaan lahan di Lamandau
Baca juga: Agrinas Palma bangun ekosistem agribisnis perkebunan melalui koperasi
Baca juga: Agrinas Palma akan rekrut lebih dari 20 ribu pekerja kelola aset sawit
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.