Airlangga: Program PSR penting untuk tingkatkan produktivitas sawit

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) penting dalam meningkatkan produktivitas sawit di tengah berbagai program strategis seperti mandatori biodiesel B50.

“Program PSR ini sejalan dengan program biodiesel, dalam tahapan ini sudah mencapai B50 yang diluncurkan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto) tanggal 9 Juli yang lalu,” kata Airlangga dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

“Kebijakan ini meningkatkan kebutuhan CPO untuk biodiesel dari 15,6 juta (ton per tahun) menjadi Rp18 juta, sehingga program PSR ini menjadi penting karena untuk meningkatkan produktivitas daripada sawit,” ujarnya menambahkan.

Adapun pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mempercepat program PSR dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan.

Baca juga: BRIN ungkap Indonesia berpeluang jadi produsen biogas sawit dunia

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tiga pihak Program Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Batch VI secara simbolis, sekaligus kerja sama Program Pengembangan SDM Perkebunan.

Direktur Utama BPDP Eddy Abdurachman menyampaikan bahwa PSR merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun.

Program PSR dilakukan melalui penggantian tanaman yang sudah tidak produktif dengan benih unggul serta penerapan praktik budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP).

Dalam pelaksanaannya, BPDP berperan mengelola dan menyalurkan dukungan pendanaan kepada kelembagaan pekebun sesuai ketentuan, dengan melibatkan pemerintah daerah, perbankan mitra, serta pemangku kepentingan terkait.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.