Akui Dukung Proposal FFE, Erick Thohir Singgung Jasa FIFA di Tragedi Kanjuruhan

"Konteksnya harus kita lihat secara utuh. Prestasi dan kebangkitan sepakbola kita hari ini tidak lepas dari kehadiran masyarakat, Pemerintah, dan tentunya FIFA yang selalu mendampingi kita," ucap Erick Thohir dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/26).

Gianni Infantino sendiri mengklaim bahwa FFE adalah inisiatif yang diarahkan untuk memperkuat pendanaan pengembangan sepakbola bagi seluruh asosiasi anggota FIFA di berbagai negara.

FFE dirancang melalui pengelolaan sebagian hak komersial turnamen FIFA agar mampu menghasilkan pendapatan tambahan.

Dana tersebut nantinya ditujukan untuk memperbesar investasi dalam program pengembangan sepakbola secara global.

Erick Thohir menambahkan bahwa ja sangat berterimakasih kepada FIFA pasca tragedi Kanjuruhan tahun 2022 silam.

https://www.akurat.co/bola/878348/erick-thohir-dukung-proposal-fifa-jual-hak-komersial-piala-dunia

Di mana sejatinya sepakbola Indonesia terancam hukuman delapan tahun karena tragedi tersebut.

"Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA. Mengingat kembali peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu tidak ada kesepakatan antara Pemerintah, masyarakat, dan FIFA, tim nasional kita mungkin tidak ada hari ini karena ancaman suspend selama delapan tahun," tegas Erick.

Erick juga mengingat kembali proses komunikasi yang pernah dilakukan dengan FIFA setelah tragedi Kanjuruhan.

Saat itu, sebelum menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, ia ikut menjembatani komunikasi dengan FIFA bersama berbagai pihak.

Menurut Erick, Indonesia memiliki basis penggemar sepakbola yang sangat besar sehingga membutuhkan dukungan konkret untuk mengembangkan olahraga tersebut. Ia menegaskan Indonesia tidak semestinya hanya dipandang sebagai pasar komersial.

"Kita sampaikan kepada FIFA bahwa kita butuh dibantu. Secara jumlah penggemar, kita bahkan lebih besar dari Brasil," kata pria yang juga menjabat Menpora ini.

"Interaksi di media sosial klub-klub top Eropa membuktikan bahwa followers dari Indonesia selalu mendominasi. Artinya, kita jangan hanya mau dijadikan market."

Erick menyebut FIFA telah menunjukkan komitmennya kepada Indonesia melalui berbagai langkah nyata.

Salah satunya adalah dengan membuka kantor perwakilan di Jakarta dan menyalurkan anggaran operasional untuk kawasan Oseania serta Asia Tenggara.

"Itulah mengapa kita meminta FIFA hadir di sini. Kini terbukti, mereka telah berinvestasi dengan mendirikan kantor di Jakarta dan berkontribusi langsung dengan anggaran satu hingga dua juta Dollar per tahun untuk kawasan Oseania dan Asia Tenggara. Mereka serius di sini," kata Erick.

PSSI memandang rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise selaras dengan kebutuhan pengembangan sepakbola nasional.

Dukungan pendanaan dinilai penting untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, pembinaan usia muda, hingga peningkatan kualitas tim nasional.

Erick mengatakan kehadiran FIFA di Indonesia sejauh ini telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan sepakbola nasional.

Karena itu, PSSI menyatakan dukungan terhadap inisiatif yang dinilai dapat memperluas manfaat bagi negara-negara yang sedang membangun ekosistem sepakbolanya.

"Saya merasakan hal yang sangat positif selama FIFA hadir di sini. Oleh karena itu, dukungan terhadap inisiatif seperti FFE adalah bentuk apresiasi dan keyakinan kita bahwa program ini akan membawa manfaat langsung bagi negara-negara yang sedang membangun sepak bolanya seperti Indonesia," tukas Erick.