Anggota DPD Komeng apresiasi kinerja Danantara yang meningkat

Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Achmad Azran dan Alfiansyah Bustami yang akrab disapa Komeng mengapresiasi kinerja Danantara Indonesia yang menunjukkan prestasi positif dengan menilai capaian lembaga tersebut mengalami peningkatan dalam menjalankan berbagai tugasnya.

Komeng mengatakan kinerja Danantara menunjukkan perkembangan yang baik dengan capaian yang dinilainya terus meningkat, meski tidak menjelaskan lebih rinci mengenai indikator penilaian tersebut kepada wartawan.

"Sangat bagus, prestasinya kan dia sudah meningkat," kata Komeng ditemui usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat.

Meski demikian, ia menyoroti masih terdapat sejumlah BUMN yang menghadapi tantangan sehingga memerlukan langkah penataan. "Makanya sebagian ada yang mau ditutup".

Namun Komeng tidak memberikan penjelasan lebih lanjut bagaimana penataan tersebut seharusnya dilakukan.

Ia mengakhiri keterangannya secara singkat karena hendak melaksanakan Shalat Jumat, sembari menegaskan penilaiannya mengenai perkembangan positif kinerja Danantara tanpa menyampaikan rincian tambahan kepada awak media.

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan khusus kepada pimpinan dan seluruh tim Danantara Indonesia atas kerja dan kontribusinya dalam melakukan pembenahan serta transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Prabowo menilai berbagai pembenahan yang dilakukan telah memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja sejumlah BUMN. Ia pun mengapresiasi langkah Danantara yang dinilai mampu mendorong efisiensi dan peningkatan keuntungan perusahaan negara.

"Jadi saudara-saudara sekalian, saya memberikan penghargaan khusus bagi pimpinan Danantara dan seluruh timnya, seluruh jaringannya," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI.

Ia mencontohkan pembenahan di sektor pertambangan timah. Pada akhir 2025, pemerintah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung.

Prabowo kemudian meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut keberadaan aktivitas tambang ilegal tersebut.

Menurut Prabowo, penertiban tambang ilegal tersebut turut berdampak terhadap kinerja PT Timah.

Pada enam bulan pertama 2026, keuntungan bersih PT Timah disebut meningkat 804,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, valuasi perusahaan itu pada Agustus 2026 meningkat 280 persen dibandingkan Agustus 2025.

Prabowo mengatakan pembenahan BUMN dilakukan secara besar-besaran. Pada enam bulan pertama 2026, laba bersih PT Semen Indonesia meningkat 408,9 persen, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, dan PTPN 54,4 persen.

Di sektor penerbangan, Garuda Indonesia juga disebut telah mereaktivasi pesawat-pesawat yang sebelumnya grounded. Hingga Juni 2026, sebanyak 20 pesawat berhasil direaktivasi sehingga total pesawat yang kembali beroperasi mencapai 104 unit.

Selain itu, keuntungan BUMN pada 2024 telah dikoreksi menjadi Rp186 triliun, dengan dividen yang disetorkan sebesar Rp85,5 triliun.

Pada 2025, keuntungan BUMN meningkat menjadi Rp326 triliun atau naik 75,3 persen, sedangkan dividen yang disetorkan mencapai Rp142,3 triliun atau meningkat 67 persen.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.