Anggota DPR RI fasilitasi pelatihan wirausaha baru bagi pelaku IKM

Solok (ANTARA) - Anggota DPR RI memfasilitasi pelatihan wirausaha baru bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Solok, Sumatera Barat, sebagai upaya meningkatkan keterampilan, kapasitas usaha, serta menciptakan lapangan kerja.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, di Solok, Selasa, mengapresiasi kegiatan pelatihan calon wirausaha baru bagi pelaku IKM tersebut sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan kegiatan pelatihan tersebut digagas Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi bersama Kementerian Perindustrian dan dilaksanakan di Kubung Tigo Baleh, Kota Solok.

Dia juga menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut, karena tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berani memulai usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Menurut dia, Kota Solok memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup besar, ditandai dengan banyaknya masyarakat yang memiliki keterampilan, kreativitas, ketekunan, dan semangat untuk berusaha.

Namun, keterampilan tersebut perlu dipadukan dengan pengetahuan agar dapat menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing. Produk yang dihasilkan juga diharapkan mampu dikembangkan menjadi usaha yang memberikan nilai tambah bagi keluarga dan masyarakat.

"Karena itu, keberadaan program calon wirausaha baru menjadi sangat penting. Kita ingin semakin banyak masyarakat Kota Solok yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan," kata Ramadhani.

Ia berharap peserta tidak menjadikan pelatihan hanya sebagai kegiatan untuk memperoleh sertifikat, tetapi mampu memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh sebagai modal untuk memulai dan mengembangkan usaha.

"Menjadi seorang wirausaha tentu bukan perjalanan yang selalu mudah. Akan ada tantangan, ada kegagalan, dan ada masa ketika usaha belum menghasilkan seperti yang diharapkan. Tetapi jangan pernah menganggap kegagalan sebagai akhir," ujarnya.

Menurutnya, keberanian mencoba, kemauan memperbaiki diri, serta ketekunan menjadi modal penting bagi calon wirausaha untuk menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha.

Wali Kota Solok juga mendorong peserta untuk memulai usaha dari skala kecil dan mengembangkannya secara bertahap dengan memperhatikan kualitas produk, kebutuhan pasar, serta kemampuan dalam mengelola usaha.

"Kita ingin lahir pelaku-pelaku IKM yang berani memulai dari skala kecil, kemudian tumbuh secara bertahap menjadi usaha yang kuat dan berkelanjutan," katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan Kementerian Perindustrian melalui program pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pelaku IKM dan menciptakan lapangan kerja baru.