Dengan demikian, non-ASN tetap memiliki peluang mengikuti seleksi petugas kesehatan haji. Namun, terdapat sejumlah persyaratan tambahan yang harus dipenuhi, terutama berkaitan dengan status pekerjaan.
Pelamar non-ASN diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku serta surat izin dari instansi atau perusahaan tempat bekerja.
Baca Juga: Ini Ketentuan Surat Rekomendasi Bagi Calon Petugas Haji Indonesia 2027
Selain itu, sejumlah dokumen dan kualifikasi juga harus dipenuhi, antara lain KTP, Surat Tanda Registrasi (STR), Surat Izin Praktik (SIP), ijazah terakhir, kepesertaan BPJS Kesehatan, serta bukti pengalaman kerja minimal dua tahun sesuai bidangnya.
Pelamar juga harus beragama Islam, sehat jasmani dan rohani, serta memenuhi ketentuan khusus bagi tenaga kesehatan tertentu. Dokter dan perawat, misalnya, diwajibkan memiliki sertifikat kegawatdaruratan.
Bagi pelamar perempuan, terdapat pula ketentuan berupa surat izin tertulis dari suami yang dibubuhi meterai.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi petugas haji. Setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya dapat digunakan untuk satu akun sehingga peserta tidak diperbolehkan membuat lebih dari satu akun pendaftaran.
Setelah membuat akun, calon peserta harus mengunggah seluruh dokumen persyaratan. Kelengkapan dan kualitas dokumen menjadi bagian penting dalam proses seleksi administrasi.
Peserta yang dinyatakan lolos administrasi selanjutnya akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT). Untuk petugas kesehatan haji 2027, tes CAT dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026.
Tahapan seleksi kemudian dilanjutkan dengan Medical Check Up (MCU) yang dijadwalkan pada 3–8 September 2026.
Baca Juga: Penting! Ini Syarat Administrasi Calon Petugas Haji 2027 untuk Semua Layanan
Kesempatan bagi non-ASN untuk mengikuti seleksi ini menunjukkan bahwa status kepegawaian bukan satu-satunya faktor dalam perekrutan petugas kesehatan haji. Kompetensi, pengalaman, kelengkapan administrasi, serta kemampuan memenuhi persyaratan menjadi bagian penting dalam menentukan kelayakan peserta.
Dengan persaingan yang cukup ketat, calon peserta perlu memastikan seluruh dokumen telah disiapkan dan diunggah sesuai ketentuan. Kesalahan atau ketidaklengkapan administrasi dapat memengaruhi peluang untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Bagi calon peserta non-ASN yang berminat, persiapan administrasi menjadi tahap awal yang tidak boleh diabaikan sebelum menghadapi seleksi CAT dan tahapan berikutnya.