Apdurin Sulteng-perusahaan Tiongkok sepakat perkuat pasokan ekspor

Apdurin Sulteng-perusahaan Tiongkok sepakat perkuat pasokan ekspor

Senin, 27 Juli 2026 16:13 WIB

Image Print

Ketua Apdurin Sulawesi Tengah Hengky Dirus (kanan) dan pejabat perusahaan Tiongkok memegang dokumen kerja sama penguatan pasokan ekspor durian di berlangsung du Kota Chengdu, Rabu (22/7/2026). (ANTARA/HO-Apdurin Sulteng)

Palu (ANTARA) - Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan perusahaan Tiongkok sepakat menjalin kerja sama dalam memperkuat pasokan ekspor komoditas durian ke negara itu dengan mengedepankan kualitas produk, guna menjaga keberlanjutan investasi nasional.

"Kami telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan dua perusahaan Tiongkok di Kota Chengdu pada pekan lalu untuk membangun pasokan yang profesional dan berstandar internasional," kata Ketua Apdurian Sulteng Hengky Dirus dihubungi dari Palu, Senin.

Ia mengemukakan kolaborasi itu sebagai bentuk komitmen memperkuat rantai pasok durian Sulteng ke pasar Tiongkok.

Menurut dia, tugas Apdurin mengoordinasikan pasokan durian dari kebun-kebun anggota asosiasi secara stabil, berkualitas, legal, dan dapat ditelusuri (traceable), sekaligus mempercepat kebun dan packing house atau industri rumah kemas yang memenuhi registrasi, sesuai persyaratan administrasi kepabeanan Republik Rakyat Tiongkok (China Customs).

Menurut data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sulteng, luas kebun durian di Sulteng saat ini baru sekitar 36 ribu hektare, dengan 12 ribu hektare di antaranya sudah berproduksi, sedangkan kebutuhan ekspor sangat besar dengan kebutuhan ratusan juta konsumen dan nilai pasar mencapai miliaran dolar AS.

"Hingga kini kami terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk memperluas jumlah kebun durian yang teregiatrasi, supaya bisa melakukan ekspor ke negeri tirai bambu," ujarnya.

Ia menjelaskan selain menjamin kontinuitas pasokan, kedua kerja sama itu juga mencakup penyelarasan standar mutu, sistem ketelusuran produk dari hulu hingga hilir, penguatan promosi dan pengembangan merek (branding) durian Sulteng di pasar Tiongkok, pertukaran informasi pasar, dan penyusunan target pasokan serta promosi secara berkelanjutan.

Lalu penggunaan pupuk, pestisida, dan obat-obatan pertanian oleh petani harus mengikuti rekomendasi serta dosis yang tepat, supaya kualitas buah tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

"Seluruh petani yang telah teregistrasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) supaya mampu bersaing dengan negara-negara produsen durian dunia," ucap Idrus.

Ia menambahkan hingga awal tahun 2026 realisasi ekspor durian Sulteng telah mencapai 7.052 ton dengan harapan petani tetap konsisten merawat kebun durian sesuai standar GAP guna mempertahankan kualitas buah.

"Reputasi dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa hilang karena kualitas yang tidak dijaga. Oleh karena itu petani menjadi bagian penting dalam keberhasilan ekspor. Panen pada tingkat kematangan yang tepat, serta menjaga mutu buah hingga sampai ke tangan konsumen di pasar tujuan," kata dia menuturkan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Apdurin Sulteng dan perusahaan Tiongkok sepakat perkuat pasokan ekspor

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026