AS siap dukung pendanaan ISF di Gaza

Washington (ANTARA) - Departemen Luar Negeri AS pada Kamis mengatakan telah secara resmi memberi tahu Kongres mengenai dukungan pendanaan untuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan ditempatkan di Gaza.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada Anadolu bahwa pemberitahuan mengenai dukungan pendanaan tersebut disampaikan kepada Kongres pada 30 Juli.

“Pendanaan ini merupakan tahap awal karena kami terus mendukung pekerjaan Dewan Perdamaian,” kata juru bicara tersebut tanpa merinci jumlah dana yang disiapkan.

Secara terpisah, juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott mengatakan Washington berkomitmen melaksanakan sepenuhnya rencana perdamaian 21 poin Presiden Donald Trump, dengan ISF sebagai salah satu komponen utama.

"Berkat Presiden, koalisi global yang besar telah dibentuk melalui Dewan Perdamaian dan para sandera telah dibebaskan. Kami terdorong oleh kemajuan yang terus dicapai Dewan Perdamaian," kata Pigott.

Trump pada 31 Juli mengatakan Dewan Perdamaian telah mencapai kesepakatan dengan Hamas mengenai “pelucutan senjata sepenuhnya” kelompok tersebut dan faksi bersenjata lainnya di Gaza.

Berdasarkan rencana itu, pasukan Israel akan ditarik secara bertahap, sementara ISF akan bekerja bersama kepolisian Palestina yang baru untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan di Gaza.

Namun, rencana tersebut menghadapi penolakan dari Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolaknya bulan ini dan mengatakan pasukan Israel tidak akan ditarik sebelum Hamas benar-benar dilucuti.

Meski demikian, Hamas menyatakan tetap berkomitmen terhadap peta jalan tersebut.

Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner telah mengunjungi kawasan itu pekan ini. Ia bertemu dengan pejabat Hamas di Mesir sebelum melakukan pembicaraan dengan Netanyahu di Israel bersama utusan Dewan Perdamaian Nikolay Mladenov.

Menurut laporan media Israel, Netanyahu dan Kushner berbeda pendapat mengenai serangan Israel yang terus berlangsung di Gaza. Netanyahu bersikeras serangan akan dilanjutkan, sementara Kushner menyatakan keberatan.

Para mediator masih berupaya mendorong pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.

Pelanggaran Israel terhadap kesepakatan tersebut telah menewaskan 1.283 warga Palestina dan melukai 4.248 lainnya, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza.

Israel melancarkan perang di Gaza sejak 8 Oktober 2023 yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut juga hancur.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Dewan Perdamaian, Israel sepakat bentuk dua komite terkait Gaza

Baca juga: Kushner: Pelucutan senjata Hamas di Gaza bisa dimulai dalam 30 hari

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.