Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan dalam pada perdagangan sesi I Jumat (24/7/2026), di tengah derasnya aksi jual investor pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).
Hingga akhir perdagangan sesi pertama, IHSG anjlok 1,75% ke level 6.204,63. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 594 saham melemah, hanya 80 saham menguat, sementara 115 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,51 triliun dengan volume perdagangan 24,61 miliar saham dalam 1,46 juta kali transaksi.
Pelemahan indeks turut dibayangi sentimen eksternal, mulai dari lonjakan harga minyak dunia di atas US$100 per barel akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, hingga pemberlakuan tarif impor baru Presiden AS Donald Trump sebesar 10%-12,5% terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia. Seluruh sektor saham kompak melemah, dengan saham-saham bank jumbo serta emiten seperti BMRI, AMMN, BREN, BRPT, BRMS, dan BUMI menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, di tengah pelemahan indeks tersebut, investor asing turut membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp759,46 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I tercatat mencapai Rp6,54 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,89 triliun dan foreign sell Rp3,65 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dengan nilai mencapai Rp386,06 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang dilepas asing senilai Rp142,89 miliar, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sebesar Rp123,37 miliar.
Selain itu, investor asing juga tercatat melakukan aksi jual pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp113,07 miliar, PT Petrosea Tbk. (PTRO) Rp55,68 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp43,90 miliar, serta PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) Rp43,49 miliar.
Tekanan jual juga terlihat pada PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp30,17 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) Rp26,34 miliar, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp25,73 miliar.
Di tengah derasnya aksi jual asing, sejumlah saham masih menjadi incaran investor global. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp176,97 miliar - jauh melampaui saham lainnya.
Selanjutnya, asing juga memborong PT Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp36,34 miliar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp34,17 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp13,42 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp11,06 miliar, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp10,22 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Jumat (24/7/2026).
Net Foreign Buy
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp176,97 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp36,34 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp34,17 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp13,42 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp11,06 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp10,22 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) - Rp9,28 miliar
- PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - Rp7,62 miliar
- PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) - Rp6,93 miliar
- PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) - Rp5,71 miliar
Net Foreign Sell
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp386,06 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp142,89 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp123,37 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp113,07 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp55,68 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp43,90 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp43,49 miliar
- PT Timah Tbk. (TINS) - Rp30,17 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp26,34 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp25,73 miliar
(fsd/fsd)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]