Babel intensifkan Gerakan Mahasiswa Pendamping KUR - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengintensifkan Gerakan Mahasiswa Pendamping Kredit Usaha Rakyat (Gempur), guna meningkatkan pemerataan serapan kredit usaha rakyat bagi pelaku UMKM di daerah itu.

"Saat ini, kita sudah bekerja sama dengan Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk mengintensifkan Gempur ini," kata Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel Muslim El Hakim Kurniawan di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kepulauan Babel menginisiasi Program Gempur tersebut untuk meningkatkan dan memeratakan serapan KUR pada sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan dan usaha mikro kecil lainnya.

"Program ini memberdayakan mahasiswa sebagai agen pendamping untuk membantu pelaku UMKM di pedesaan dan pulau-pulau kecil untuk mengakses pembiayaan KUR dan mendigitalkan bisnisnya, untuk memperluas pemasaran produknya," katanya.

Menurut dia Program Gempur ini sangat membantu Pemprov Kepulauan Babel, mengingat jumlah pendamping KUR Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel yang terbatas untuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM khususnya daerah-daerah terpencil yang kesulitan mengakses pembiayaan KUR.

"Insya Allah, dalam waktu dekat ini kita bersama mahasiswa UBB akan melakukan Gempur di beberapa desa di Pulau Bangka ini," katanya.

Ia mengatakan realisasi serapan KUR hingga Juni 2026 tersebut sebesar Rp838.994.000.000 dari target yang ditetapkan Rp1,6 triliun.

"Kita akan terus mensosialisasikan dan mengedukasi pelaku UMKM di daerah perdesaan, karena selama ini KUR banyak terserap di daerah-daerah perkotaan, sementara daerah terpencil masih kurang seiring keterbatasan akses informasi warga perdesaan," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.