Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menjadikan berbagai tantangan pembangunan yang belum sepenuhnya tercapai sebagai bahan refleksi mendalam pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Harus dijadikan spirit untuk terus memberikan semangat dalam membangun masyarakat Indonesia, dan bagi kita di Bali melaksanakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali secara berencana dalam Bali Era Baru secara berkesinambungan," kata Gubernur Bali Wayan Koster usai Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin.
Koster menilai tantangan pertama yaitu indikator kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan dan pengangguran di Bali saat ini merupakan yang terendah secara nasional. Namun menurut dia, pencapaian kemiskinan di angka 3,44 persen dan pengangguran hanya 1,52 persen tersebut tidak membuat Pemprov Bali berpuas diri.
"Namun demikian, tetap kita harus upayakan supaya angka kemiskinan dan pengangguran itu mencapai angka yang serendah-rendahnya," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya generasi muda mengingat jasa para pahlawan dengan memegang teguh prinsip Jasmerah (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah).
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menambahkan dengan merinci sejumlah pekerjaan rumah strategis yang masih harus disempurnakan di Bali pasca-kemerdekaan.
"Banyak hal yang perlu kita sempurnakan lagi, baik itu di tatanan masalah kemiskinan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, termasuk penanganan sampah yang harus kita selesaikan dengan baik," ujar Giri Prasta.
Ia juga berpesan agar generasi penerus mampu mewarisi api perjuangan para pendiri bangsa dengan memegang teguh empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan peringatan HUT Ke-81 RI tidak hanya momentum refleksi menyelesaikan tantangan pembangunan daerah namun juga solidaritas atas kejadian bencana di Nusa Tenggara Timur.
Ia mengingatkan bahwa Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur memiliki ikatan sejarah, sehingga alih-alih berpesta memperingati kemerdekaan, hari ini Pemprov Bali justru menerjunkan personel Dinas Kesehatan dan BPBD untuk membantu masyarakat NTT.
“Pak gubernur sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTT dan juga Gubernur NTB karena kita ini punya ikatan Bali Nusra, telah ditugaskan tim kesehatan sebagai tim yang akan melakukan asesmen dan Kalaksa BPBD Bali hari ini terbang ke NTT bersama personelnya,” ujar Sekda Bali.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.