Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, segera membangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Desa Namang, sebagai sekolah negeri gratis yang mengintegrasikan jenjang pendidikan dalam satu kawasan.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Jumat, mengatakan pembangunan SNT tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memberikan kesempatan setara bagi anak-anak di daerah untuk memperoleh pendidikan bermutu.
"Dengan dibangunnya SNT dengan fasilitas yang lengkap dan bertaraf internasional di Kabupaten Bangka Tengah, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat," kata Algafry.
Algafry menambahkan SNT juga diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bangka Tengah.
Pembangunan SNT di Bangka Tengah ditandai dengan penandatanganan perjanjian hibah lahan yang sudah dilakukan oleh Algafry Rahman bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Suharti di Tangerang, Banten pada Kamis (30/7).
Menurut dia, pembangunan sekolah tersebut dapat terlaksana setelah melalui proses persiapan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor Pertanahan dan masyarakat Desa Namang.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah menetapkan Kabupaten Bangka Tengah sebagai salah satu daerah pembangunan SNT," ujarnya.
Ia berharap pembangunan SNT berjalan lancar sehingga anak-anak di Kabupaten Bangka Tengah dapat menikmati pendidikan bermutu dengan fasilitas yang memadai dan standar pembelajaran yang baik.
Algafry mengatakan pembangunan SNT dilaksanakan di 37 kabupaten/kota di Indonesia pada 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 kabupaten/kota telah memulai pembangunan dan menerima siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Sedangkan, 20 kabupaten/kota lainnya memulai pembangunan pada 2026 dan penerimaan siswa dijadwalkan pada tahun berikutnya.
Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.