Manado (ANTARA) - Bencana banjir dan tanah longsor yang menghantam Kampung Binala dan Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara menyebabkan dua jembatan putus.
"Sebagaimana informasi dari Koramil Tamako, bencana banjir dan tanah longsor terjadi pukul 08.00 Wita," kata Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng di Manado, Rabu.
Selain dua jembatan putus, banjir dan tanah longsor juga menyebabkan dua rumah mengalami rusak berat dan rusak ringan.
"Rumah Keluarga Hiwoiang-Daud (rusak berat) dan rumah Keluarga Manikome-Lumahedo (rusak ringan)," sebut Nuriadin.
Beberapa langkah sudah dilakukan untuk penanganan banjir dan tanah longsor di dua kampung tersebut, yaitu memerintahkan Babinsa untuk mengecek tempat terjadinya bencana alam tanah longsor dan rumah tergenang air.
Selanjutnya, berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat, membantu membersihkan material longsor dan mengungsikan barang, serta melaporkan kejadian tersebut kepada Dandim 1301/Sangihe.
Nuriadin menambahkan, saat ini masyarakat yang terdampak bencana diungsikan ke Gedung Pertanian di Kampung Lelipang, sementara untuk intensitas curah hujan sudah mulai menurun.
"Dari hasil analisa, terjadinya tanah longsor dan banjir diakibatkan intensitas curah hujan yang tinggi sejak malam hari," ujarnya.
Sementara itu, kata dia, personel Basarnas bersama dengan para pihak juga ikut membantu dalam penanganan pascabencana tersebut.
Baca juga: BMKG: Waspadai hujan yang dapat menyebabkan banjir dan longsor
Baca juga: BNPB perkuat pendampingan darurat longsor Krayan Selatan Nunukan
Baca juga: BNPB: Dampak tanah longsor di Banjar Kalsel dalam penanganan petugas
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.