Bank Indonesia komitmen stimulasi UMKM Sulawesi Tengah agar naik kelas
Kamis, 27 Agustus 2026 20:36 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna. ANTARA/Moh Ridwan
Palu (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) berkomitmen menstimulasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah (Sulteng) supaya naik kelas lewat kegiatan pembinaan.
"UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna di Palu, Kamis.
Ia menjelaskan berbagai pembinaan untuk pelaku usaha mikro antara lain peningkatan kapasitas dan kualitas produk, penguatan daya saing, digitalisasi, serta perluasan akses pasar maupun pembiayaan, termasuk mengikutsertakan UMKM yang sudah mapan dalam kegiatan Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.
Di tinggal lokal KKI juga dilakukan melalui berbagai program, antara lain program transformasi dan kurasi UMKM Sulawesi Tengah (Potomu Sulteng), Semarak Sulteng Nambaso, pendampingan dan pelatihan UMKM wastra dan barista, serta Posalia atau pesta rakyat Sulteng Digifest.
Salah satu UMKM binaan Bank Indonesia yang turut berpartisipasi dalam KKI 2026 adalah Febry Ferry Fabry (FFF), pelaku usaha fesyen asal Kota Palu yang telah menembus pasar internasional melalui keikutsertaan dalam berbagai ajang fashion show internasional.
"Kami memiliki 100 lebih UMKM binaan yang terus digodok supaya mereka semakin profesional menjalankan usaha untuk bersaing di pasar lebih luas," ujarnya.
Menurut dia, sejalan dengan upaya penguatan daya saing, digitalisasi menjadi salah satu fokus pengembangan UMKM binaan KPwBI.
Pemanfaatan kanal pembayaran digital melalui QRIS serta perluasan pemasaran secara daring terus diperkuat untuk meningkatkan efisiensi transaksi, sekaligus memperluas jangkauan konsumen.
Menurut data Bank Indonesia pengguna QRIS di Sulteng hingga Juni 2026 mencapai 409,32 ribu pengguna atau tumbuh 17,83 persen (yoy), termasuk merchant QRIS di provinsi itu juga terus meningkat menjadi 346 ribu merchant.
Sementara dari sisi transaksi QRIS hingga Juni 2026 mencapai 47,53 juta transaksi atau tumbuh 236 persen secara tahunan (yoy).
"Kami ingin praktik usaha UMKM di daerah ini semakin maju dan memiliki tata kelola keuangan yang baik, maka intervensi berbagai program merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk menciptakan inkulisivitas," tutur Irfan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bank Indonesia komitmen stimulasi UMKM Sulteng supaya naik kelas
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026