Bank Indonesia minta perbankan di Sulteng tingkatkan partisipasi pembiayaan UMKM

Bank Indonesia minta perbankan di Sulteng tingkatkan partisipasi pembiayaan UMKM

Selasa, 11 Agustus 2026 22:13 WIB

Image Print

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman memukul kakula (alat perkusi) tanda dimulainya kegiatan Posalia Sulteng Digifest 2026 atau pesta rakyat yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah berlangsung, di Kota Palu, Selasa (11/8/2026). ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) meminta perbankan di Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkatkan partisipasi pembiayaan modal usaha bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di provinsi ini supaya ekonomi daerah semakin menggeliat.

"Bank konvensional harus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak terkecuali dalam urusan pembiayaan modal usaha untuk kepentingan penguatan ketahanan ekonomi keluarga," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S Budiman saat membuka kegiatan Posalia Sulteng Digfest 2026 atau Pesta Rakyat, di Palu, Selasa.

Menurut dia, penyediaan akses permodalan bagi masyarakat sudah menjadi komitmen negara, untuk memfasilitasi pelaku usaha yang membutuhkan suntikan modal dalam memerlukan kegiatan usaha, sekaligus memperluas pasar.

Modal merupakan salah satu bagian yang paling dibutuhkan masyarakat dalam memperkuat usaha UMKM mereka, selain sertifikasi halal yang diwajibkan pemerintah.

"Akses keuangan yang mudah dan bunga pembiayaan yang rendah sangat menopang kemajuan suatu kegiatan usaha skala rumahan, maka perbankan sudah seharusnya memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di sektor keuangan," ujarnya.

Dia mengapresiasi empat perbankan yang memberikan akses pembiayaan modal usaha kepada UMKM.

Empat perbankan itu, yakni Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Sulteng memberikan layanan keuangan kepada Kedai Roti Inayah, kemudian BRI memberikan pembiayaan kepada Aulia Food, kemudian Bank Tabungan Negara (BTN) memberikan akses modal kepada Dapur Berkat, dan Mandiri memberikan akses modal kepada Watatu Meubel Aluminium.

"Saya berharap perbankan lainnya ikut menggenjot pembiayaan modal, supaya UMKM Sulawesi Tengah tidak hanya memperoleh manfaat permodalan, tetapi juga bisa naik kelas," kata Aida.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulteng Irfan Sukarna mengatakan total pembiayaan permodalan kepada empat UMKM tersebut mencapai Rp2 miliar.

"Kami memiliki mitra UMKM binaan sekitar 100 lebih pelaku usaha tersebar di sejumlah Kabupaten/kota. Kami berkomitmen membantu mereka dalam berbagai intervensi, supaya UMKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar nasional," ujarnya lagi.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026