Bawaslu Gorontalo Utara perkuat kehumasan bangun kepercayaan publik - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu)  Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pengelolaan kehumasan, sebagai upaya membangun kepercayaan publik dalam kinerja pengawasan yang dilakukan.

Hal itu dikatakan Ketua Bawaslu Gorontalo Utara Ronald Ismail di Gorontalo, Jumat pada kegiatan Ngobrol Pemilu yang digelar pihaknya secara rutin setiap pekan.

Ngobrol pemilu kata Ronald, diikuti jajaran lembaga tersebut sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan informasi publik agar lebih cepat, akurat dan bertanggung jawab.

Ronald mengatakan pihaknya melakukan berbagai strategi komunikasi kelembagaan, mulai dari teknik penyusunan berita, pengelolaan media sosial, dokumentasi kegiatan, sampai penyampaian informasi yang menarik dan mudah dipahami masyarakat.

"Kami semua berbagi pengalaman mengenai penguatan publikasi serta pemanfaatan platform digital, sebagai sarana komunikasi publik yang efektif. Ini penting dilakukan dalam memperkuat pengelolaan kehumasan di lembaga ini," katanya.

Menurutnya, kehumasan memegang peranan penting dalam membangun citra sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.

Setiap informasi yang dipublikasikan harus memiliki nilai edukasi dan mencerminkan prinsip transparansi serta akuntabilitas.

"Kehumasan bukan hanya bertugas mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara Bawaslu dengan masyarakat. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikan harus akurat, bermanfaat dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga," kata Ronald pula.

Ia menambahkan, pengelolaan kehumasan yang baik akan memastikan berbagai program dan kegiatan Bawaslu dapat tersampaikan secara luas, sehingga masyarakat semakin memahami peran dan fungsi pengawasan pemilu yang dijalankan lembaga ini.

Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.