BBM Mobil Cepat Habis Saat Macet, Ini Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta - Terjebak kemacetan di jalan raya bukan hanya menguras waktu dan tenaga, tetapi juga bisa membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mobil menjadi lebih boros.

Kondisi lalu lintas yang padat membuat kendaraan harus berhenti dan kembali melaju secara berulang atau dikenal dengan istilah stop and go. Meski jarak yang ditempuh relatif pendek, mesin tetap bekerja dan membutuhkan bahan bakar.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman Daihatsu.co.id pada Selasa (1/9/2026), terdapat sejumlah faktor yang membuat BBM lebih cepat terkuras ketika mobil terjebak kemacetan. Berikut empat penyebab BBM mobil cepat habis saat macet:

1. Mesin Tetap Menyala Saat Berhenti

Mobil yang berhenti total dalam kemacetan bukan berarti tidak menggunakan BBM. Selama mesin masih menyala, proses pembakaran tetap berlangsung meski kendaraan tidak bergerak.

Pada kondisi idle, mesin umumnya berputar pada kisaran 650-900 rpm. Putaran tersebut diperlukan untuk menjaga berbagai fungsi kendaraan tetap bekerja, termasuk sistem kelistrikan, kompresor AC, dan komponen utama lainnya.

Artinya, ketika mobil terlalu lama berhenti dengan mesin menyala, BBM tetap terkonsumsi tanpa adanya jarak tempuh yang signifikan.

2. Energi Ekstra untuk Akselerasi Berulang

Pola berkendara stop and go menjadi salah satu penyebab konsumsi BBM meningkat saat macet. Kendaraan harus berulang kali bergerak dari posisi diam, kemudian kembali melambat atau berhenti.

Saat mobil mulai bergerak dari kondisi diam, mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan seluruh bobot kendaraan. Kondisi ini membuat kebutuhan bahan bakar lebih tinggi dibandingkan ketika mobil melaju secara stabil.

Berbeda dengan perjalanan di jalan yang lancar, pengemudi dalam kondisi macet tidak bisa mempertahankan kecepatan secara konstan. Akibatnya, akselerasi berulang dapat membuat konsumsi BBM semakin boros.