ILUSTRASI. BCA Syariah-Festival literasi dan inklusi keuangan ”Rumah Sahabat” (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)
Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. BCA Syariah terus memperkuat strategi pengelolaan likuiditas di tengah kebutuhan pembiayaan yang terus berkembang.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) melalui peningkatan kualitas layanan dan pengembangan fitur digital.
Direktur BCA Syariah Pranata mengungkapkan, kondisi likuiditas bank saat ini masih terjaga sehat dan memadai. Hal tersebut salah satunya ditopang oleh pertumbuhan DPK yang mencapai 9,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 15,3 triliun per Juli 2026.
Baca Juga: Ajaib Raih Investasi US$ 270 Juta dari SBI Holdings, Siap Ekspansi Bisnis
"Likuiditas BCA Syariah saat ini masih terjaga sehat dan memadai, didorong oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 9,9% secara tahunan (YoY) menjadi Rp15,3 triliun per Juli 2026," ujar Pranata kepada Kontan, dikutip Jumat (28/8/2026).
Selain pertumbuhan DPK, Pranata bilang kondisi likuiditas BCA Syariah juga tercermin dari Financing to Deposit Ratio (FDR) yang tetap terjaga pada kisaran 87% hingga 89%.
Ia memastikan pihaknya bakal terus menjaga likuiditas dengan memperkuat penghimpunan dana sekaligus meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi. Strategi tersebut dilakukan melalui optimalisasi berbagai fitur transaksi digital.
BCA Syariah juga terus mengembangkan produk baru untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Salah satunya melalui kehadiran tabungan valuta asing (Saku Valas).
Pengembangan layanan digital ini, kata Pranata, diharapkan tak cuman meningkatkan pengalaman dan kenyamanan nasabah, tetapi juga mendukung pertumbuhan dana yang dihimpun bank.
"Kami akan terus fokus pada peningkatan kualitas dan kenyamanan layanan melalui optimalisasi fitur transaksi digital dan melakukan pengembangan baru, salah satunya dengan menghadirkan tabungan valuta asing (Saku Valas)," katanya.
Dengan strategi tersebut, BCA Syariah berupaya menjaga basis dana tetap kuat sekaligus memastikan ketersediaan likuiditas dapat mendukung ekspansi bisnis pembiayaan secara berkelanjutan.
Baca Juga: KPR Syariah Bank Muamalat Melonjak Empat Kali Lipat, Tembus Rp 423 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag