AKURAT.CO Utang pemerintah Amerika Serikat (AS) menembus USD40,047 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah. Lonjakan tersebut terjadi ketika defisit anggaran, belanja program sosial, dan biaya pembayaran bunga utang terus meningkat.
Departemen Keuangan AS mencatat total utang publik mencapai USD40,047 triliun pada Selasa (18/8/2026). Angka tersebut terdiri atas surat utang yang dipegang publik sebesar USD32,266 triliun dan kepemilikan antarinstansi pemerintah sebesar USD7,782 triliun.
Jumlah utang tersebut telah lebih dari dua kali lipat dibandingkan kurang dari satu dekade lalu, ketika utang pemerintah federal AS berada di kisaran USD19,95 triliun.
Utang AS Melonjak dalam Kurang dari 10 Tahun
Sekitar sepertiga kenaikan utang terjadi ketika pemerintah AS meningkatkan pinjaman untuk membiayai respons terhadap pandemi Covid-19 pada masa pemerintahan Donald Trump dan Joe Biden.
Namun, tekanan fiskal AS tidak hanya berasal dari pandemi. Ketidakseimbangan antara penerimaan pajak dan belanja pemerintah telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pengeluaran untuk program wajib seperti Social Security dan Medicare terus meningkat, sementara penerimaan pemerintah belum mampu mengimbangi pertumbuhan belanja.
Defisit AS Capai USD432 Miliar pada Juli
Departemen Keuangan AS mencatat defisit anggaran sebesar USD432 miliar pada Juli, menjadikannya defisit bulanan terbesar keempat dalam sejarah AS.
Peningkatan pengeluaran untuk Social Security dan Medicare menjadi salah satu faktor yang memperbesar tekanan terhadap anggaran pemerintah.
Kondisi tersebut membuat Washington semakin bergantung pada penerbitan surat utang untuk membiayai defisit.
Bunga Utang Tembus USD1,1 Triliun
Membengkaknya utang juga membuat biaya pembayaran bunga semakin besar.
Pemerintah AS mengeluarkan sekitar USD1,1 triliun untuk membayar bunga utang. Dalam 10 bulan pertama tahun fiskal 2026, biaya bunga bahkan telah melampaui pengeluaran Medicare dan menjadi pos belanja federal terbesar kedua setelah Social Security.
Besarnya pembayaran bunga berpotensi semakin membatasi ruang pemerintah untuk membiayai program lain.
Imbal Hasil Obligasi Jangka Panjang Naik
Lonjakan kebutuhan pembiayaan pemerintah turut meningkatkan tekanan di pasar obligasi AS.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS berjangka panjang mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade. Investor menuntut imbal hasil lebih tinggi di tengah meningkatnya penerbitan surat utang dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Rabu mengumumkan bahwa ukuran program pembelian kembali Treasury berjangka 10 hingga 30 tahun akan digandakan menjadi sedikitnya USD4 miliar per operasi.
Utang USD40 Triliun Jadi Alarm Fiskal
Tembusnya utang AS di atas USD40 triliun menjadi tonggak baru sekaligus peringatan mengenai tantangan fiskal yang dihadapi Washington.
Kombinasi utang yang terus meningkat, defisit besar, belanja program sosial dan biaya bunga yang semakin mahal dapat mempersempit ruang fiskal pemerintah.
Jika tren tersebut berlanjut, Washington akan menghadapi tekanan lebih besar untuk menyeimbangkan kebutuhan belanja dengan kemampuan penerimaan negara.
Sumber: TRTWorld