Jakarta -
Musisi Bebi Romeo masih diliputi rasa bersalah setelah putra bungsunya, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, mengalami insiden nyaris tenggelam terseret ombak saat berlibur bersama keluarga di Bali. Peristiwa itu membuat Bebi mengubah kebiasaannya, termasuk enggan tidur terpisah dari sang anak.
"Malam itu perasaannya berkecamuk banget. Apalagi Bebi jadi nggak mau pisah tidur sama Bambang. Padahal biasanya kan kamar kita beda sama anak-anak. Malam setelah kejadian itu, papanya nggak mau pisah sama Bambang," ujar Meisya Siregar di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, di Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Menurut Meisya, sang suami terus dihantui rasa bersalah karena tidak berada dekat dengan Bambang saat bermain di pantai. Bebi merasa seharusnya dirinya yang menyelamatkan sang anak, bukan orang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Papanya bolak-balik cuma ngomong, 'Bang, maafin Papa. Harusnya Papa yang ada di situ. Harusnya Papa yang narik Bambang, bukan orang lain. Harusnya Papa yang nggak ninggalin Bambang di pantai'. Terus-terusan begitu sampai sekarang," tuturnya.
Rasa bersalah tersebut, kata Meisya, juga memengaruhi aktivitas Bebi di media sosial. Pelantun Bunga Terakhir itu disebut belum siap melihat video Bambang.
"Dia bilang, 'Nggak usah, entar dulu ya. Aku masih belum kuat ngelihatnya. Aku masih ngerasa jadi bapak yang gagal, bapak yang bodoh'. Dia benar-benar nyalahin dirinya sendiri. Sampai sekarang dia accept collaboration sama aku aja nggak mau, dia belum bisa memaafkan dirinya," ungkap Meisya.
Melihat kondisi tersebut, Meisya memilih memberi ruang bagi suaminya untuk memulihkan diri. Ia menilai setiap orang memiliki proses yang berbeda dalam menghadapi trauma.
"Aku sih nggak mau melawan atau memaksakan ya, karena aku tahu ini masih masa penyembuhan. Orang itu beda-beda fase untuk menyembuhkan luka dan punya caranya masing-masing. Aku nggak bisa maksa Bebi untuk bilang, 'Udahlah Sayang, terima aja, ikhlas', karena buat dia nggak semudah itu. Biar bagaimanapun dia itu kepala keluarga, dia ayah, yang merasa seharusnya dia yang berada di sana untuk anaknya, bukan orang lain," pungkas Meisya.
(fbr/pus)