Benteng Somba Opu Terputus 500 Meter, Revitalisasi Disiapkan

Bagikan:

GOWA – Kementerian Kebudayaan menyiapkan revitalisasi Benteng Somba Opu di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Salah satu pekerjaan utama yang direncanakan adalah menyambung kembali bagian benteng yang terputus sepanjang sekitar 500 meter.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan hal itu saat meninjau kawasan cagar budaya tersebut, Minggu, 12 Juli. Revitalisasi juga mencakup penataan dan pembersihan kawasan serta pemeliharaan rumah-rumah adat.

Benteng Somba Opu dibangun pada 1525 pada masa Raja Gowa IX, Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna. Kawasan itu kini menaungi museum, taman budaya, serta rumah adat yang mewakili budaya Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, dan kelompok budaya lain di Sulawesi Selatan.

“Benteng Somba Opu merupakan benteng yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Sulawesi Selatan. Kawasan ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang besar sehingga perlu terus dijaga, dilestarikan, dan dimanfaatkan bagi masyarakat,” kata Fadli.

Menurut Fadli, kawasan tersebut berpotensi kembali menjadi pusat kegiatan budaya. Namun, kondisi fisik dan pemanfaatannya masih perlu dibenahi agar museum, rumah adat, dan ruang terbuka dapat digunakan secara maksimal.

BACA JUGA:


Kementerian Kebudayaan akan menyusun peta jalan revitalisasi sebagai langkah awal. Pemerintah juga membuka dukungan melalui Dana Alokasi Khusus bidang kebudayaan.

Fadli mengatakan pengembangan Benteng Somba Opu membutuhkan kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas budaya, dunia usaha, filantropis, seniman, dan budayawan.

“Kami berharap kawasan ini kembali menjadi kantong budaya yang kuat, tempat masyarakat berkegiatan, menyelenggarakan festival, mengunjungi museum, serta menikmati berbagai aktivitas kebudayaan,” ujarnya.

Revitalisasi diarahkan untuk menghidupkan kembali fungsi Benteng Somba Opu, bukan hanya menjaga bangunannya. Kawasan itu ditargetkan menjadi ruang edukasi, museum terbuka, dan pusat kegiatan budaya Sulawesi Selatan.

Peninjauan tersebut juga dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan Sinatriyo Danuhadiningrat, serta jajaran pemerintah daerah.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+