Beras dan emas perhiasan sumbang inflasi di Kalteng selama Agustus 2026
Selasa, 1 September 2026 15:15 WIB
Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga saat menyampaikan kondisi IHK Kalteng selama Agustus 2026 di Palangka Raya, Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-BPS Kalteng.
Palangka Raya (ANTARA) - Hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah di empat kabupaten/kota di provinsi setempat, pada Agustus 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,96 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,72 pada Agustus 2025 menjadi 113,06 pada Agustus 2026.
Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga di Palangka Raya, Selasa, mengatakan dari empat kabupaten/kota itu, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kapuas sebesar 6,20 persen dengan IHK sebesar 114,56.
"Sedangkan kabupaten/kota yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu, Sampit sebesar 4,06 persen dengan IHK 111,86," ucapnya.
Adapun kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y pada Agustus 2026 yaitu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,76 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,31 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,10 persen, kelompok kesehatan 0,04 persen.
Kemudian kelompok transportasi 0,64 persen, Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,02 persen, kelompok pendidikan 0,08 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,32 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,58 persen.
Baca juga: NTP Gabungan di Kalteng alami kenaikan selama Juli 2026
Untuk komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Agustus 2026, antara lain, beras, emas perhiasan, bensin, daging ayam ras, ikan nila, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, ikan patin, ikan gabus, cabai rawit, sigaret kretek mesin, angkutan udara, terong, pelumas/oli mesin, ikan bakar, ketimun, solar, ikan kapar, sigaret kretek tangan, dan ikan baung.
"Sementara komoditas memberikan andil deflasi y-on-y, antara lain, bawang merah, tomat, telur ayam ras, sekolah menengah pertama, bawang putih, buah naga, sabun detergen bubuk, udang basah, dan kelapa," kata Toto.
Baca juga: Kenaikan harga kelompok pengeluaran penyebab Kalteng inflasi pada Juli 2026
Baca juga: Palangka Raya perkuat pembangunan berbasis data lewat Kelurahan Cantik
Baca juga: BPS Kotim komitmen tuntaskan pendataan Sensus Ekonomi
Baca juga: BPS ungkap dominasi industri pengolahan dalam ekonomi Kotim
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.