BI dan Kemenag perkuat literasi keuangan pelajar di Palembang

BI dan Kemenag perkuat literasi keuangan pelajar di Palembang

Kamis, 13 Agustus 2026 21:57 WIB

Image Print

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan (kiri) dan Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono (kanan). ANTARA/HO/Keme

Palembang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan memperkuat literasi keuangan dan kebanksentralan bagi para pelajar madrasah di Palembang.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan di Palembang, Kamis, mengatakan langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepahaman Kick off Kerja Sama Program Edukasi Kebanksentralan oleh Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono pada Rabu (12/8).

Ia menjelaskan sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, penguatan literasi keuangan, edukasi kebanksentralan, digitalisasi pembayaran, serta pengembangan inovasi pembelajaran pada jenjang Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah se-Sumatera Selatan.

Ia menyambut baik kolaborasi tersebut dan menilai program ini menjadi penguat ekosistem madrasah yang memadukan nilai-nilai akhlak dengan kecakapan finansial.

Ia mencatat, program literasi ini memiliki jangkauan sasaran yang sangat luas di Sumatera Selatan, meliputi 94 madrasah negeri (Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah), 1.380 madrasah swasta, 725 pondok pesantren yang mengantongi izin operasional.

“Kehadiran program edukasi dari Bank Indonesia ini menjadi penguat ekosistem pendidikan madrasah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga memiliki pemahaman literasi keuangan yang kuat,” kata Syafitri.

Melalui kerja sama ini, kedua instansi berkomitmen untuk melakukan koordinasi secara berkala guna memastikan implementasi digitalisasi pembayaran dan edukasi kebanksentralan berjalan efektif di seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Sumsel.

Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono mengatakan bahwa pemahaman literasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini dari lingkungan sekolah agar para siswa siap menghadapi dinamika ekonomi modern serta dunia kerja maupun usaha.

“Mulai dari sekolah, mereka nanti akan masuk ke dunia nyata, baik dunia perkantoran maupun dunia usaha. Dengan sinergi edukasi melalui kick off program ini, kebijakan yang kami buat dapat tertransmisikan dengan baik dan mendorong perekonomian,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, materi edukasi disiapkan secara praktis dan aplikatif, mencakup pemanfaatan transaksi digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kantin madrasah, perlindungan konsumen, hingga pengelolaan keuangan pribadi bagi pelajar.

Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026