BI Kaltim:15 UMKM dan 3 barista ikuti Karya Kreatif Indonesia 2026 - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim Jajang Hermawan mengatakan sebanyak 15 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan bersama tiga barista terbaik asal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)  ikut bersaing dalam ajang bergengsi Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.

Jajang di Samarinda, Jumat, menegaskan bahwa keikutsertaan delegasi daerah ini menjadi momentum penting untuk memperluas eksposur produk lokal, membangun jejaring usaha, serta membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat nasional hingga ekspor.

"Di Kalimantan Timur, penguatan UMKM diarahkan untuk mengoptimalkan kekayaan budaya dan potensi unggulan daerah melalui peningkatan kapasitas dan kualitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi," ujarnya.

Ajang tahunan ke-11 yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 tersebut dibuka langsung oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti.

Menurut dia, BI Kaltim berkomitmen memperkuat pembinaan UMKM secara menyeluruh agar para pelaku usaha semakin adaptif, inovatif, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Pada KKI 2026, ke-15 UMKM binaan BI Kaltim menampilkan ragam produk kreativitas daerah, mulai dari wastra dan kriya khas Kaltim, fesyen dan kerajinan, hingga makanan serta minuman olahan berbasis potensi lokal.

Sejumlah UMKM yang terlibat di antaranya Putri Mahakam, Pokan Takaq, Sarung Tenun Rahmadina, Qisbelin, Loa Honey, CV Matan Gallery, Manika Kaltim, dan Kudungga Batik.

Selain produk kerajinan, partisipasi Kaltim diperkuat oleh tiga barista lokal, yakni Nanda Danuarta, M. Al Ghifari, dan Joese Andrew Josly Kansil.

Ketiganya sukses menembus babak 24 besar Cangkir Barista Championship 2026 tingkat nasional setelah menyisihkan ratusan peserta dari berbagai daerah.

"Capaian ini menunjukkan ekosistem kopi dan talenta kreatif di Kaltim semakin berkembang. Keikutsertaan ini membuka peluang peningkatan kapasitas, jejaring, dan daya saing pelaku industri kopi daerah di panggung nasional," tambah Jajang.

Secara nasional, pameran luring KKI 2026 di JICC diikuti oleh lebih dari 550 UMKM, sedangkan pameran daring melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Angka ini meningkat signifikan dibanding KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM luring dan 1.100 UMKM daring.

Ajang tahun ini juga memperkenalkan lima aspek kebaruan, antara lain program berdampak nyata melalui "Cangkir Barista" dan "Citra Nusa", perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak dengan konsep bebas emisi dan nihil sampah ke tempat pembuangan akhir.

Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa KKI 2026 merupakan wadah sinergi lintas sektor untuk mendorong UMKM agar bangkit, tangguh, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Sektor UMKM memiliki peran strategis sebagai pilar perekonomian nasional dengan jumlah pelaku usaha mencapai 64 juta, menyerap 97 persen tenaga kerja, serta berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.