BI Tegal tingkatkan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM

BI Tegal tingkatkan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM

Kamis, 23 Juli 2026 13:22 WIB

Image Print

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala. (ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan)

Pekalongan (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Jawa Tengah, terus meningkatkan pendampingan berkelanjutan dan terarah kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah agar produk mereka memiliki daya saing tinggi.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperkuat pembinaan UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media, untuk memperluas promosi produk unggulan daerah.

"Alhamdulillah, salah satu petani kopi binaan kami yaitu Lumbung Kopi Nusantara berhasil melakukan business matching perdagangan dengan Yunani senilai Rp1,4 miliar yang pengirimannya akan dilakukan pada Agustus mendatang," katanya.

Selain itu, kata dia, melalui pendampingan berkelanjutan dan terarah pembinaan kepada UMKM ini juga berhasil menjalin kerja sama dengan Prancis senilai Rp1,5 miliar.

Menurut dia, salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Sekolah Iklim Kopi.

Melalui program ini, kata dia, para petani dibekali kemampuan membaca perubahan cuaca serta menyesuaikan teknik budidaya agar kualitas dan produktivitas kopi tetap terjaga.

"Petani kami dampingi bagaimana memahami perubahan iklim, kemudian merespons melalui perbaikan proses budidaya. Selain itu, kami juga memperkuat pemasaran dan kelembagaannya agar mampu memenuhi kapasitas yang diminta buyer," jelas Bimala.

Selain membuka akses ekspor, BI Tegal juga memfasilitasi business matching pembiayaan antara UMKM Kopi Curug Genteng dengan Bank Mandiri.

Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sehingga pelaku usaha dapat memenuhi permintaan pasar internasional yang terus meningkat.

Ia mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pendampingan yang dilakukan secara menyeluruh.

Ada tiga UMKM kopi binaan BI Tegal yang menembus pasar internasional melalui ajang Java Coffee and Flavors Festival (JCFF) Surabaya dengan nilai business matching perdagangan mencapai Rp2,9 miliar.

"BI Tegal tidak hanya membantu dari sisi pemasaran tetapi juga meningkatkan kualitas budi daya, memperkuat kelembagaan kelompok tani, hingga menyiapkan strategi agar produk mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar global," katanya.

Ia mengatakan keberhasilan menembus pasar Eropa ini menjadi indikator bahwa petani dan UMKM kopi di wilayah eks Keresidenan Pekalongan telah mengalami peningkatan kapasitas dan mampu bersaing di tingkat internasional.

"Ini menunjukkan petani kita sudah naik kelas. Itu yang membuat kami tidak pernah lelah mendampingi UMKM," katanya.

Baca juga: Museum Batik Pekalongan menampilkan 15 karya batik hasil kurasi

Pewarta: Kutnadi
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.