'Biadab!' Prabowo Murka soal Korupsi MBG: Ambil Untung dari Makanan Anak Disebut Tak Punya Kemanusiaan

Jum'at, 14 Agustus 2026, 13:07 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto melontarkan kecaman keras terhadap pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai korupsi dalam program yang menyasar kebutuhan gizi anak-anak merupakan tindakan yang tidak pantas mendapat penghormatan.

Prabowo bahkan menyebut pihak yang melakukan korupsi terhadap makanan anak sebagai orang yang “biadab”. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati. Menurut saya, ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, MBG bukan sekadar program pemerintah untuk menyediakan makanan bagi masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar anak-anak Indonesia agar mereka dapat tumbuh dan belajar dalam kondisi yang lebih baik.

Ia menegaskan anak-anak Indonesia tidak seharusnya mengikuti kegiatan belajar dalam kondisi lapar. Menurutnya, rasa lapar dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menerima pelajaran dan berkembang secara optimal.

“Kita memulai dari hal yang paling dasar, yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila ia lapar,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan persoalan kekurangan gizi masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan pemerintah. Ia menyoroti angka stunting yang menurutnya masih mencapai 25 persen di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kita laksanakan program MBG ini untuk mengatasi itu, untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25 persen anak-anak kita,” katanya.

Presiden menjelaskan dampak stunting tidak hanya terlihat pada kondisi fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan tubuh dan kemampuan mereka dalam menjalani kehidupan di masa depan. Karena itu, ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa.

Baca Juga: Jokowi Kasih Jempol ke Prabowo Usai Pidato Kenegaraan, Keduanya Sempat Tertawa Bersama

“Sel otak tidak berkembang dengan baik, sel otot tidak berkembang, sel tulang tidak berkembang dengan baik,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah tidak boleh menerima kondisi ketika satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah terus mempertahankan program MBG.

Prabowo pun memastikan program tersebut akan tetap dilanjutkan. Namun, ia menekankan pelaksanaan MBG harus dibarengi dengan perbaikan serta efisiensi agar anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG tapi dengan perbaikan dan efisiensi,” tegasnya.

Pernyataan keras Prabowo mengenai korupsi MBG menjadi sorotan karena program tersebut menggunakan anggaran negara dan menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak. Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang menjadikan program tersebut sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan secara tidak semestinya.

Dengan demikian, pesan Prabowo dalam pidato kenegaraan tidak hanya menekankan keberlanjutan MBG, tetapi juga pentingnya pembenahan tata kelola program. Efisiensi dan pengawasan menjadi bagian penting agar program yang dirancang untuk memperbaiki gizi anak tidak justru dirusak oleh praktik korupsi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama