BKHIT Maluku awasi ekspor 26 ton frozen yellowfin tuna loin tujuan Vietnam - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mengawasi ekspor 26 ton frozen yellowfin tuna loin asal Maluku yang akan dikirim ke Vietnam dengan nilai ekonomi mencapai Rp3,39 miliar.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Senin, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan komoditas perikanan yang diekspor memenuhi standar mutu, keamanan pangan, serta persyaratan karantina negara tujuan.

"Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan produk perikanan Maluku yang masuk ke pasar internasional memenuhi persyaratan dan tetap terjaga mutu serta keamanannya," katanya.

Pengawasan dilakukan terhadap tuna beku di Unit Pengolahan Ikan (UPI) PT Aneka Sumber Tata Bahari, Ambon, sebelum komoditas tersebut dikirim ke Vietnam.

Petugas BKHIT Maluku melakukan pemeriksaan fisik terhadap komoditas, sanitasi, kondisi kemasan, serta kelengkapan dokumen dan persyaratan karantina yang ditetapkan negara tujuan.

Willy mengatakan pengawasan tersebut penting untuk menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan asal Maluku, sekaligus memastikan pelaku usaha dapat memenuhi standar yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

"Kami berkomitmen memberikan perlindungan maksimal dalam menjaga mutu dan keamanan produk perikanan Maluku, sekaligus memberikan pelayanan optimal kepada pelaku usaha," ujarnya.

Ia menyebutkan BKHIT Maluku juga menyediakan layanan operasional 24 jam selama tujuh hari untuk mendukung proses pemeriksaan, sertifikasi, dan kelancaran pengiriman komoditas perikanan ekspor.

Menurut Willy, ekspor tuna Maluku menunjukkan potensi yang terus berkembang. Berdasarkan data BKHIT Maluku, sepanjang Semester I 2026 ekspor komoditas ikan tuna mencapai 497.528,76 kilogram dengan nilai ekonomi sekitar Rp56,2 miliar.

Komoditas tuna tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara, di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, dan Thailand.

"Konsistensi mutu harus terus dijaga karena ini berkaitan langsung dengan keberlanjutan akses pasar. Kolaborasi antara pemerintah, Karantina, dan pelaku usaha menjadi kunci agar produk perikanan Maluku semakin berdaya saing di pasar global," kata Willy.

Ia menegaskan BKHIT Maluku akan terus memperkuat pengawasan dan pelayanan karantina sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan ekspor komoditas perikanan dari Maluku.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BKHIT Maluku awasi ekspor 26 ton tuna loin ke Vietnam

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.