BKHIT Maluku kampanye edukasi cegah penularan Demam Babi Afrika meski tidak membahayakan - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku menggencarkan kampanye edukasi guna mencegah masuk dan meluasnya penularan Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) di wilayah Maluku.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Senin, mengatakan pengetatan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam melindungi sektor peternakan daerah dari ancaman virus yang sangat mematikan bagi ternak babi tersebut.

"ASF memang tidak menular ke manusia dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat, tetapi dampaknya sangat merusak perekonomian lokal serta keberlangsungan sektor peternakan," kata dia.

Edukasi dan imbauan ini difokuskan kepada para pelaku perjalanan (traveller) domestik maupun internasional agar tidak membawa babi hidup serta produk olahannya secara sembarangan.

Ia meminta wisatawan menjadi pelaku perjalanan yang bijak dengan tidak membawa produk daging babi tanpa melalui prosedur karantina. Apabila kedapatan membawa babi atau olahannya, masyarakat diimbau segera melapor ke petugas atau membuangnya ke wadah khusus (Quarantine Bin) yang tersedia di titik-titik kedatangan.

Sebagai langkah konkret pencegahan penyebaran ASF, pihaknya melakukan sejumlah tindakan antisipasi melalui pengawasan pintu masuk dengan memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas babi beserta produk turunannya di pelabuhan laut dan bandara.

Selain itu pihaknya mewajibkan penyerahan babi atau produk daging babi ke Quarantine Bin atau melapor langsung kepada petugas karantina di titik kedatangan guna diperiksa dokumen dan pemeriksaan komoditas itu sendiri.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengunjungi area peternakan babi jika tidak mendesak, membatasi kontak dengan babi peliharaan, serta tidak berburu babi hutan.

Pihak BKHIT Maluku terus mengoptimalkan pengawasan di setiap moda transportasi baik darat, laut, maupun udara, guna memastikan kedaulatan pangan dan keamanan hayati di Maluku tetap terjaga dari ancaman penyakit hewan menular.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.