BMKG Jayapura sebut titik api di Tanah Papua berkurang jadi 164 titik
Selasa, 1 September 2026 11:56 WIB
Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura. (ANTARA/HO/Dok BMKG Wilayah V Jayapura)
Jayapura (ANTARA) - BMKG Wilayah V Jayapura menyebutkan titik api di Tanah Papua tercatat 164 titik api yang tersebar di Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan , Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah. Angka itu lebih rendah, dibandingkan sebelumnya.
Memang dari berdasarkan hasil pemantauan tanggal 30 Agustus pukul 02.00 WIT hingga tanggal 31 Agustus pukul 02.00 WIT terpantau ada sebanyak 164 titik api.
"Berdasarkan data 31 Agustus 2026 pukul 02.00 WIT, terpantau sebanyak 164 titik di Tanah Papua,",kata Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura Putu Ninien Rahayu Putri kepada Antara, Senin di Jayapura.
Dikatakan, menurunnya jumlah titik api di perkirakan karena turunnya hujan di sejumlah daerah di Tanah Papua.
Sebaran hotspot didominasi tingkat kepercayaan sedang sebanyak 141 titik, (86%), diikuti tingkat kepercayaan tinggi sebanyak 16 titik (9.8%), dan tingkat kepercayaan rendah sebanyak tujuh titik (4.3%).
Titik api terbanyak terdapat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, tercatat sebanyak 146 titik, kemudian Fak-fak Provinsi Papua Barat tercatat 12 titik, dan dua titik api terpantau terdapat di Kepulauan Yapen, Provinsi Papua .
Kemudian beberapa kabupaten lainnya yang terdapat di Provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat masing-masing terpantau satu titik, kata Ninien.
Menurutnya, berdasarkan hasil monitoring atmosfer dan laut, nilai Southern Oscillation Index (SOI) tercatat sebesar -15.6 dan indeks Nino 3.4 sebesar +2.37.
Nilai tersebut menunjukkan adanya indikasi El-Nino yang saat ini mulai berkembang dan aktif di periode bulan Mei-Agustus 2026 dan saat ini telah mencapai level sangat kuat, dan diprediksi akan bertahan sampai awal tahun 2027.
Kondisi itu dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah Papua, sementara puncak musim kemarau di prediksi berlangsung selama bulan Juli hingga September 2026, kata Prakiwan BMKG Jayapura Ninien.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026