BNPB kerahkan operasi darat dan OMC di 6 provinsi, salah satunya Kalteng

BNPB kerahkan operasi darat dan OMC di 6 provinsi, salah satunya Kalteng

Senin, 10 Agustus 2026 20:48 WIB

Image Print

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memberikan arahan saat menghadiri Lokakarya Pembelajaran Praktik Baik Destana dan Integrasinya dalam Sistem Perencanaan dan Penganggaran Desa di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026). ANTARA/Ananto Pradana.

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan pasukan operasi darat dan operasi modifikasi cuaca (OMC) di enam provinsi prioritas yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan hingga cuaca panas ekstrem.

"OMC sudah dilakukan di enam provinsi prioritas dan provinsi-provinsi lain. Enam provinsi siaga darurat itu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi," kata Kepala BNPB Suharyanto di Jakarta, Senin.

Namun demikian, ia menjelaskan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hingga akhir Agustus 2026, awan pertumbuhan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, sehingga berpotensi mempersulit OMC.

"Tadi, dari BMKG mengatakan mudah-mudahan nanti sebelum tanggal 18 ada. Nah, setiap ada pertumbuhan awan hujan, kita akan segera laksanakan OMC. Pesawatnya sudah siaga terus di daerah," ujar dia.

Suharyanto menambahkan, ketika cuaca sangat panas dan tidak ada awan hujan, maka OMC akan sulit dilakukan, oleh karena itu, dalam kondisi tersebut, operasi darat lebih efektif untuk mencegah hingga memadamkan karhutla di wilayah-wilayah rawan.

"Operasi udara itu hanya membantu, water bombing itu hanya mengangkut air empat ton. Nah, kalau tiga water bombing bekerja sama-sama, berarti air yang dijatuhkan ke api hanya 12 ton. Itu kalau lahan gambut, paling bisa memadamkan 10 meter persegi, dan itu tidak padam total karena kan masih menyala, jadi harus terus disemprot oleh pasukan darat," paparnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk siaga menyiapkan pasukan darat di tengah kondisi El Nino, sehingga ketika terjadi karhutla, api bisa segera dipadamkan.

"Jadi tetap semuanya harus siap-siaga pasukan darat. Seandainya nanti ada kebakaran, upayakan lewat pasukan darat karena helikopter BNPB banyak fokusnya di enam provinsi prioritas. Kita masih punya cadangan tiga helikopter yang bisa bergerak ke mana-mana, seperti (karhutla) di Bromo kan kita kerahkan tiga heli, dan langsung bisa mengatasi dari 34 titik, tinggal dua titik," tuturnya.

Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.