"Alhamdulillah, pada hari ini, kita komunitas alumni SMA Negeri 37 Jakarta atau IKASMAN 37, insyaAllah merealisasikan rencana kita, khususnya salah satu program yaitu Touring Kemerdekaan RI dalam rangka menyambut kemerdekaan Republik Indonesia," jelasnya.
Menurut Boy, Touring Kemerdekaan RI merupakan bagian dari rangkaian kegiatan IKASMAN 37 untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan. Sebelumnya, para alumni juga telah menggelar Konser Harmoni untuk Negeri yang turut dikaitkan dengan momentum HUT RI.
Kegiatan touring tersebut dikemas sebagai outing sekaligus sarana untuk mempererat kebersamaan dan memberikan kesempatan kepada para alumni untuk melepas penat.
Baca Juga: Boy Rafli Amar: Sukses Konser Harmoni untuk Negeri Buktikan Musisi Indonesia Siap Go International
Namun, Boy menegaskan bahwa kegiatan itu tidak sekadar menjadi agenda rekreasi.
Menurutnya, peringatan HUT kemerdekaan perlu terus dimaknai sebagai pengingat atas perjalanan bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari kolonialisme dan penjajahan.
"Yang tidak boleh kita lupakan adalah bahwa kita sedang melaksanakan perayaan hari kemerdekaan yang sangat penting. Hari kemerdekaan adalah hari pembebasan bangsa Indonesia dari kolonialisme dan penjajahan," ujar Boy.
Ia mengatakan, kemerdekaan juga membawa cita-cita bagi terciptanya kehidupan yang lebih baik dan sejahtera bagi masyarakat Indonesia.
Karena itu, kegiatan touring menjadi salah satu cara para alumni mengekspresikan rasa syukur sekaligus menjaga ingatan terhadap perjuangan generasi terdahulu.
Baca Juga: Boy Rafli Amar Beri Alasan Mengapa Musisi Indonesia Harus Go Internasional
"Sebagai rasa syukur, hari ini kita ekspresikan dengan touring bersama. Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengingat perjuangan para leluhur kita di masa lalu, ketika mereka melakukan aktivitas dari satu tempat ke tempat lain dalam menghadapi masa-masa sulit penjajahan," jelas Boy.
Rombongan IKASMAN 37 bertolak menuju Cisarua, Jawa Barat, dengan titik pemberhentian yang dipilih secara khusus di Kilometer 81.
Boy mengatakan, pemilihan angka tersebut sengaja disesuaikan dengan peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
"Untuk titik pemberhentiannya di Kilometer 81, dan ini berkaitan dengan hari kemerdekaan. Di sana ada sebuah tempat yang memang kita persiapkan untuk berkumpul bersama dan tentunya nanti ada acara-acara lainnya," ujarnya.
Boy menuturkan, kegiatan touring sebenarnya bukan hal baru bagi IKASMAN 37. Para alumni sebelumnya telah beberapa kali melakukan perjalanan bersama.
Baca Juga: Boy Rafli Amar Ditunjuk Jadi Dewan Pembina PSS
Namun, tahun ini menjadi kali pertama kegiatan touring tersebut secara khusus dikaitkan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kalau kegiatan touring sudah beberapa kali. Hanya, untuk dikaitkan dengan kemerdekaan Republik Indonesia, ini yang pertama. Touring kita sementara ini sudah kurang lebih lima sampai enam kali secara kolektif yang diselenggarakan IKASMAN 37," katanya.
Anggota IKASMAN 37 sekaligus pengamat politik, Hendri Satrio, mengatakan, kegiatan bersama seperti touring penting untuk menjaga ikatan antarsesama alumni.
Menurutnya, semangat yang dibangun IKASMAN 37 juga diharapkan dapat menginspirasi ikatan alumni sekolah lain untuk turut menghidupkan suasana peringatan kemerdekaan.
"Yang paling penting adalah kebersamaan. IKASMAN 37 juga menginginkan IKASMAN SMA lain bisa mencontoh apa yang kami lakukan supaya gelora kemerdekaan kita benar-benar dirasakan hingga ke tulang rusuk,"ujar Hendri.
Baca Juga: Lulusan Akpol hingga Jadi Kepala BNPT, 5 Fakta Penting Irjen Pol. Boy Rafli Amar
Ia berharap kebahagiaan dalam merayakan kemerdekaan dapat dirasakan masyarakat dengan tetap mengingat bahwa kemerdekaan tersebut lahir dari perjuangan panjang para pahlawan.
Boy menambahkan, refleksi terhadap perjuangan para pendahulu menjadi salah satu pesan utama yang ingin dibawa dalam kegiatan tersebut.
"Perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan pada masa sulit, itu intinya," katanya.
Adapun IKASMAN 37 merupakan Ikatan Alumni SMA 37 Jakarta. Para alumninya kini berkiprah di berbagai bidang, antara lain Staf Ahli BKPM, Iwan Suryana; Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kemhan, Laksda TNI Supo Dwi Diantara; Anggota DPRD DKI Jakarta, Nova Paloh; Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio; serta pakar teknologi, Abdul Satar.