BPBD Magetan : Jangan sembarangan nyalakan api di area mudah terbakar - ANTARA News Kalimantan Barat

Magetan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur meminta masyarakat untuk tidak sembarangan menyalakan api di area yang mudah terbakar, seiring dengan meningkatkan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.

"Memasuki musim kemarau. Sejak  Mei hingga Juli, terjadi lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan di Magetan. Tercatat telah terjadi 45 kejadian sejauh ini di Magetan," ujar ‎‎Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan Eka Radityo di Magetan, Rabu.

Pihaknya merinci dari 45 kasus kebakaran hutan dan lahan tersebut di antaranya 21 titik lokasi lahan bambu, 11 lahan tebu, dua lahan jati, satu lahan sampah, dan 10 lokasi ladang.

Selain faktor alam berupa cuaca yang kering dan tiupan angin kencang, lonjakan kasus kebakaran lahan tersebut juga diakibatkan oleh aktivitas masyarakat yang kurang bertanggung jawab.

‎‎"Lonjakan itu sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia, mulai dari kebiasaan membakar sampah yang merambat ke lahan, membuang puntung rokok sembarangan, hingga adanya dugaan unsur kesengajaan dibakar," kata Eka.

‎‎Menghadapi berbagai kerawanan tersebut, pihaknya mengambil langkah cepat berupa penyiagaan personel gabungan, patroli terpadu, dan pengaktifan posko.

Selain itu, BPBD Magetan juga menyiagakan 30 tandon air berkapasitas 1.200 liter dan 2.300 liter, serta melakukan edukasi langsung kepada masyarakat tentang waspada karhutla.

"BPBD juga menurunkan personel untuk mengedukasi masyarakat terkait larangan pembakaran lahan, sekaligus mengawasi aktivitas warga di kawasan tepian hutan, hutan, dan wisata alam," katanya.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan lembaga terkait lainnya, seperti TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, serta BPBD Jatim guna penanganan karhutla selama musim kemarau berlangsung.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.