Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat mengimbau masyarakat terutama nelayan dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya gelombang tinggi di laut selatan Garut.
"Peringatan gelombang tinggi terdapat potensi gelombang sedang dengan ketinggian 1,9 meter di perairan ini," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abudullah saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Minggu.
Ia menyampaikan, laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca maritim di perairan Garut pada 16 Agustus 2026 rata-rata ketinggian gelombang 1,25 sampai 2,5 meter.
Prakiraan gelombang itu, kata dia, diprediksi sampai 17 Agustus 2026, dan prakiraan gelombang akan lebih tinggi mencapai 2,5 sampai 4 meter pada 18 Agustus 2026.
Ia mengatakan, BPBD Garut selama ini terus memonitor terhadap potensi ancaman bahaya gelombang laut yang tinggi di pesisir pantai selatan Garut.
Jajarannya juga bergerak untuk mengimbau masyarakat pesisir pantai, terutama wisatawan untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
"Harap berhati-hati dan ikuti arahan dari otoritas setempat," katanya.
Sementara itu, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Garut juga melakukan patroli dan imbauan mencegah kecelakaan laut menimpa masyarakat terutama pengunjung wisata pantai di Garut.
Kepala Satpolairud Polres Garut Iptu Aep Saprudin mengatakan, jajarannya bersama Balawista meningkatkan patroli pantai serta pengamanan objek wisata pantai dalam rangka antisipasi terjadinya kecelakaan laut dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Mengimbau wisatawan dan masyarakat untuk selalu jaga keselamatan di pantai, dan tidak bermain air terlalu ke tengah," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.