BPBD sebut 115 kepala keluarga di Parigi Moutong terdampak banjir
Senin, 24 Agustus 2026 19:38 WIB
Banjir melanda Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong dipicu hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Senin (24/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong
Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan 115 Kelapa Keluarga (KK) di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terdampak banjir.
"Banjir melanda Desa Kasimbar Palapi, Desa Kasimbar, Desa Kasimbar Induk dan Desa Kasimbar Selatan," kata Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Senin.
Dilaporkan banjir terjadi sekitar pukul 09.00 Wita akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut yang berdampak meluapnya air sungai hingga ke pemukiman warga.
Ia memaparkan di Desa Kasimbar Palapi sebanyak 33 KK terdampak, termasuk satu masjid, satu sekolah dasar, lapangan sepak bola, dan jalan desa, yang terendam banjir. Kemudian di Desa Kasimbar sekitar 40 KK terdampak serta masjid dan bangunan sekolah terendam banjir.
Sedangkan Desa Kasimbar Selatan sekitar 40 KK terdampak dan banjir juga merendam satu sekolah. Dari peristiwa itu tidak ada warga mengungsi.
"Di Desa Kasimbar Palapi kurang lebih empat hektare kebun warga terdampak banjir," ujarnya.
Ia mengemukakan hingga kini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong masih melakukan asesmen atau kaji cepat di lapangan, sedangkan untuk langkah penanggulangan sedang dilakukan koordinasi lintas sektor guna penanganan terpadu.
"Pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan menyalurkan bantuan logistik. Kami sedang berkoordinasi dengan instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Wilayah Sungai (BWS)," ucapnya.
Kondisi terkini, kata dia, dilaporkan banjir masih menggenangi pemukiman warga dan warga terdampak juga memilih tinggal di rumah masing-masing.
"Sejauh ini tidak ada warga mengungsi," kata Moh Rivai.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hujan deras, 115 KK di Parigi Moutong terdampak banjir
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026