BPJAMSOSTEK jamin perlindungan asuransi mahasiswa KKN UIN Gus Dur bantu marbot masjid

BPJAMSOSTEK jamin perlindungan asuransi mahasiswa KKN UIN Gus Dur bantu marbot masjid

Selasa, 14 Juli 2026 15:33 WIB

Image Print

Pembekalan KKN PPL Terintegrasi, KKN Reguler Angkatan 65, dan KKN Kolaborasi PTKIN yang digelar di Student Center UIN Gus Dur. Pekalongan, Senin (6/7/2026). (ANTARA/HO-Humas BPJamsostek Pekalongan)

Pekalongan (ANTARA) - BPJamsostek Ketenagakerjaan Pekalongan, Jawa Tengah, menhamin perlindungan asuransi kepada mahasiswa Universitas Islam Negeri Gus Dur yang sedang melakukan KKN membantu marbot masjid.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan Widhi Astri Aprillia Nia, di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa perlindungan tersebut merupakan kewajiban bagi mahasiswa KKN maupun peserta magang.

"Perlindungan diberikan melalui Program Bukan Penerima Upah (BPU) yang mencakup jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian," katanya.

Menurut dia, mahasiswa membayar iuran secara mandiri dengan tarif khusus yang sedang mendapat diskon 50 persen sehingga hanya sekitar Rp16.800 untuk masa perlindungan dua bulan selama pelaksanaan KKN.

Kebijakan tersebut, kata dia, lahir dari pengalaman sejumlah mahasiswa di berbagai daerah yang pernah mengalami kecelakaan saat menjalankan KKN sehingga biaya pengobatan harus ditanggung bersama.

"Belajar dari pengalaman itu lah, sekarang seluruh mahasiswa yang turun ke lapangan kami pastikan sudah memiliki perlindungan," katanya.

Selain itu, sebelum diterjunkan ke desa, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan khusus mengenai manfaat BPJS Ketenagakerjaan serta teknik berkomunikasi dengan masyarakat.

"Mereka nantinya bertugas mengedukasi pekerja rentan mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial," katanya.

Menurut dia, kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan UIN Gus Dur menjadi yang pertama di Pekalongan karena menggabungkan edukasi perlindungan sosial dengan gerakan pemberdayaan berbasis masjid.

"Yang menarik, hasil bank sampah tidak hanya meningkatkan ekonomi masjid tetapi juga dipakai untuk membayar iuran BPJS marbot. Setelah itu, perlindungan bisa diperluas kepada pekerja rentan di sekitar masjid. Jadi masyarakat bukan hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga merasa aman saat bekerja," katanya.

Ketua LP2M UIN Gus Dur Prof. Dr. H. Moh. Sugeng Solehuddin menjelaskan program KKN tahun ini dirancang agar mahasiswa mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

"KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik tetapi menjadi bentuk nyata kampus hadir di tengah masyarakat. Melalui Eco-Masjid, jamaah diajak bersedekah sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.