BPJS Kesehatan Ungaran genjot kepesertaan
Kamis, 6 Agustus 2026 22:35 WIB
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Sri Mugirahayu. ANTARA/Zuhdiar Laeis
Semarang (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Ungaran terus berupaya menggenjot tingkat kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), terutama di wilayah Kabupaten Kendal.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Sri Mugirahayu, di Kabupaten Semarang, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya membawahi tiga wilayah, yakni Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga.
"Sebenarnya untuk cakupan peserta di tiga wilayah pemda ini sudah di atas 98 persen ya," katanya, di sela Media Gathering BPJS Kesehatan Cabang Ungaran.
Namun, diakuinya, dari segi keaktifan masih ada kekurangan di Kabupaten Kendal, sedangkan di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga sudah di atas 80 persen atau sesuai dengan target.
"Untuk Kabupaten Kendal saat ini capaiannya masih di angka 70 persen ya. Dan insya Allah mohon doanya untuk Kabupaten Kendal kira-kira nanti di Oktober 2026 akan mencapai seperti tetangganya, 80 persen ke atas," katanya.
Untuk rumah sakit (RS) yang telah bermitra dengan BPJS Kesehatan di tiga wilayah tersebut mencapai 22 RS, dan tinggal dua RS yang akan segera menyusul sehingga bisa melayani pasien BPJS Kesehatan.
"Jumlah rumah sakit kami sekarang sekitar 22 RS. Kemudian untuk FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama) ada di atas 200-an. Jadi, sebenarnya sudah 'support' untuk sekitar 2,5 juta peserta yang ada di wilayah kantor cabang Ungaran," katanya.
Ia mengatakan upaya peningkatan jumlah peserta akan terus digenjot, terutama di Kendal melalui advokasi dan sosialisasi dengan badan-badan usaha.
"Kalau advokasi tentunya pemda dan mereka sudah bersedia untuk menambah sekitar 116.000 peserta, nanti, tapi di bulan Oktober," kata Cici, sapaan akrabnya.
Sebab, kata dia, anggarannya harus menunggu penetapan APBD perubahan, sedangkan sektor swasta didorong untuk memberikan CSR dengan donasi kepesertaan bagi warga sekitar perusahaan.
"Kami menggandeng pemda juga untuk sosialisasi CSR kepada badan-badan usaha swasta yang besar. Kami targetkan mereka untuk bisa memberikan donasi kepada masyarakat yang ada di sekitarnya," katanya.
Cici mencontohkan RSUD Kendal yang rencananya akan berdonasi kepada sekitar 500-1.000 warga yang ada di sekelilingnya untuk membayari iuran BPJS Kesehatan.
Pada kesempatan itu, hadr pula Adi Arum Ningsih (67), warga Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, yang pasien penderita kanker payudara yang menjalani pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan.
Vonis kanker payudara yang didapatnya pada 2021 mengharuskan perempuan kelahiran 27 Mei 1959 itu mengonsumsi obat yang biayanya mencapai sekitar Rp2 juta untuk kebutuhan sebulan.
Belum lagi, biaya kemoterapi, operasi, radioterapi, hingga berbagai pemeriksaan penunjang yang harus dijalaninya.
Namun, kecemasan yang sempat dialaminya perihal biaya pengobatan itu sirna karena seluruh rangkaian pengobatan ditanggung melalui BPJS Kesehatan.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.