BPJS Ketenagakerjaan Cikarang bekali peserta PEKA naik kelas jadi pemasok - ANTARA News Megapolitan

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang membekali peserta sosialisasi Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) untuk membangun usaha rumahan dengan mendorong mereka menjadi pemasok.

"Program PEKA ini kami manfaatkan untuk mendorong peserta khususnya ahli waris yang berminat membuka maupun mengembangkan usaha agar menjadi reseller sukses dengan membangun usaha cukup dari rumah," kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang Muhyiddin Dj, di Cikarang, Senin.

Pihaknya dalam kesempatan ini menggelar sosialisasi Program PEKA dirangkaikan lokakarya mengenai proses pembuatan aksesoris jam tangan yang dapat dijadikan peluang usaha baru bagi para peserta khususnya ahli waris kepesertaan segmen Bukan Penerima Upah (BPU).

Melalui setiap sesi kegiatan, pihaknya berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya manfaat program perlindungan jaminan sosial untuk dipergunakan semaksimal mungkin, termasuk membuka usaha guna meningkatkan kemandirian ekonomi usai terdampak risiko kerja.

"Kami di sini melakukan pendampingan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat, lebih dari sekadar perlindungan sosial," ucapnya.

Ahli waris yang berminat mengembangkan usaha diharapkan dapat menyerap setiap materi yang disampaikan, termasuk pembelajaran aplikatif sehingga memiliki pemahaman mengenai strategi membangun usaha, minimal menjadi pemasok dari rumah.

"Tadi kami juga memberikan contoh usaha bagaimana memproduksi jam tangan aksesoris berbahan manik-manik yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha," ujarnya.

Dia berharap kegiatan sosialisasi, lokakarya serta pembelajaran aplikatif ini menjadi titik awal lahirnya semangat baru untuk terus berkarya, produktif, dan mandiri sekaligus sebagai implementasi nyata bahwa Program PEKA bernilai lebih dari sekadar perlindungan.

"PEKA sebagai value beyond protection memberikan manfaat secara berkelanjutan kepada peserta berikut keluarganya," katanya.

Salah satu peserta Yunita (41) mengaku tertarik untuk memproduksi jam tangan aksesoris melalui usaha rumahan guna memenuhi kebutuhan keluarga usai ditinggal meninggal suaminya yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga.

"Saya sudah bertekad setelah ini akan mencoba peruntungan usaha rumahan membuat jam tangan manik-manik bersama rekan-rekan saya. Sudah hitung-hitungan juga, sebagian uang perlindungan sosial jaminan kematian suami saya akan saya pakai untuk memulai bisnis baru ini. Doakan ya," kata dia.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.