BPS: Tingkat pengangguran terbuka di Jateng capai 4,30 persen
Rabu, 5 Agustus 2026 19:00 WIB
Ilustrasi - Seorang pencari kerja mengakses informasi formasi pekerjaan melalui gawai dalam Bursa Kerja 2025 di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Rabu (29/10/2025). Pemerintah Kota Malang menggelar kegiatan itu untuk memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran, dengan menghadirkan 61 perusahaan yang menawarkan 2.500 formasi kepada sekitar 5.500 pelamar kerja. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz
Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka Jawa Tengah hingga Mei 2026 tercatat sebesar 4,30 persen.
"Hal ini dapat diartikan dari 100 orang angkatan kerja terdapat sekitar empat orang penganggur," kata Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said di Semarang, Rabu.
Tingkat pengangguran per Mei 2026, kata dia, naik 0,06 poin dibanding Februari 2026.
Sementara jumlah angkatan kerja per Mei 2026 mencapai 22,36 juta orang, naik 31,90 ribu orang dibanding Februari.
Ia menjelaskan jumlah laki-laki pengangguran di Jawa Tengah mencapai 4,70 persen.
Jumlah itu, lanjut dia, lebih tinggi dibanding perempuan pengangguran yang jumlahnya 3,74 persen dari jumlah angkatan kerja.
Sementara jika dilihat dari tempat tinggalnya, kata dia, pengangguran di perkotaan sebesar 5,08 persen lebih tinggi jika dibanding perdesaan yang mencapai 3,16 persen.
Ia mengungkapkan angkatan kerja dengan latar belakang pendidikan SMK mendominasi angka pengangguran di Jawa Tengah.
"Sebanyak 7,74 persen pengangguran di Jawa Tengah berlatar belakang pendidikan SMK," katanya.
Baca juga: Imigrasi Semarang mendeportasi empat warga China buronan pemerintah
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.