Medan (ANTARA) - Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mengerahkan 100 personel guna membantu warga setempat yang terdampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumut Kombes Pol M Rendra Salipu mengatakan pengerahan personel wujud kesiapsiagaan untuk selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
"Kami siap hadir, dan membantu masyarakat yang terdampak maupun yang membutuhkan bantuan," ujar dia di Medan, Senin.
Ia mengatakan pengerahan personel itu tidak hanya datang untuk melaksanakan tugas, akan tetapi juga memberikan rasa aman dan memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi situasi tersebut.
Ia mengatakan 100 personel tersebut disiagakan guna membantu penanganan situasi bencana, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung proses evakuasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Baca juga: Gunung Sinabung erupsi kolom abu menjulang 3.500 meter
Ia meminta seluruh personel yang ditugaskan agar mengutamakan keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, serta tetap mengedepankan sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Utamakan keselamatan, tetap humanis, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan kehadiran Brimob sebagai bentuk nyata pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat,” ucapnya.
Pihaknya juga mendirikan dapur lapangan guna mendukung pemenuhan kebutuhan makanan dalam kondisi darurat, sedangkan kendaraan taktis disiagakan guna menunjang mobilitas dan respons cepat personel di lapangan.
Gunung Sinabung naik status aktivitas vulkanik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) menyusul peningkatan aktivitas vulkanik dan erupsi yang menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter dari puncak gunung.
Berdasarkan Laporan Khusus Badan Geologi Nomor 1441.Lap/GL.03/BGL/2026, yang diterima di Karo, Badan Geologi menetapkan kenaikan status tersebut mulai Senin, pukul 12.30 WIB, setelah Gunung Sinabung mengalami erupsi pada pukul 10.17 WIB.
Kolom abu erupsi mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom erupsi teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur hingga tenggara. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter dan masih berlangsung saat laporan khusus diterbitkan.
Baca juga: Erupsi Gunung Sinabung berpotensi diikuti letusan yang lebih besar
Baca juga: BNPB: Status transisi pemulihan erupsi Gunung Sinabung masih aktif
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.