BRIN-ITS riset kembangkan propeler kapal ikan di Probolinggo - ANTARA News Jawa Timur

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Departemen Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melakukan riset pengembangan teknologi baling-baling (propeler) kapal ikan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Riset difokuskan pada pengembangan baling-baling kapal dengan memodifikasi bentuk foil pada daun propeler agar menghasilkan daya dorong yang lebih efisien dan kegiatan riset tersebut berlangsung di Pantai Bandaran, Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu.

"Keterlibatan nelayan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan teknologi yang nantinya diharapkan dapat diterapkan secara langsung pada kapal ikan," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono.

Menurutnya, kegiatan itu melibatkan tim ITS Surabaya, tim BRIN, Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Desa Dringu, penyuluh perikanan serta perwakilan nelayan Desa Dringu di Kecamatan Dringu.

"Riset itu sangat baik karena melibatkan nelayan sebagai pengguna langsung. Masukan dari nelayan dibutuhkan agar teknologi propeler yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan karakteristik kapal dan kondisi operasional yang mereka hadapi,”tuturnya.

Ia mengatakan kebutuhan nelayan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan teknologi perikanan. Teknologi yang dihasilkan tidak hanya harus unggul secara teknis, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha perikanan.

“Harapannya hasil riset itu tidak berhenti pada desain atau prototipe, tetapi nantinya bisa diaplikasikan pada kapal ikan dan memberikan dampak terhadap efisiensi operasional nelayan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti melakukan pengumpulan informasi dan data operasional kapal bersama nelayan. Data tersebut diperlukan untuk memahami kondisi kapal, kebutuhan daya dorong serta karakteristik penggunaan propeler dalam aktivitas penangkapan ikan.

"Pengembangan baling-baling dilakukan dengan pendekatan modifikasi bentuk foil pada daun propeler. Perubahan desain tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi daya dorong sehingga kinerja kapal menjadi lebih optimal," ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan efisiensi propeler memiliki potensi memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan. Dengan kinerja propeler yang lebih efisien, kebutuhan daya mesin pada kondisi operasi tertentu dapat ditekan sehingga berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar.

“Kalau efisiensi daya dorong bisa ditingkatkan, tentu akan sangat membantu nelayan. Salah satu harapan besarnya adalah konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien sehingga biaya operasional kapal dapat ditekan,” katanya.

Selain efisiensi bahan bakar, pengembangan tersebut diharapkan dapat mendukung produktivitas kegiatan penangkapan ikan karena kapal dengan sistem propulsi yang lebih optimal akan memiliki kinerja yang lebih baik sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan operasionalnya.

Ia menyambut baik kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah daerah dan nelayan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjembatani pengembangan teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

"Perguruan tinggi dan BRIN memiliki kemampuan riset dan teknologi, sementara nelayan memiliki pengalaman lapangan. Ketika keduanya dipadukan dengan dukungan pemerintah, hasilnya diharapkan lebih tepat guna,” ujarnya.

Ia berharap riset pengembangan propeler kapal ikan tersebut dapat menghasilkan desain dan prototipe yang layak diterapkan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi nelayan Kabupaten Probolinggo.

“Semoga hasil penelitian ini nantinya benar-benar dapat diaplikasikan dan memberikan manfaat bagi nelayan, terutama dalam meningkatkan efisiensi usaha penangkapan ikan serta menekan biaya operasional,”katanya.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.