Liputan6.com, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memamerkan teknologi penyimpanan compressed natural gas (CNG) bertekanan rendah. Teknologi ini mampu berkontribusi pada pengurangan ketergantungan terhadap liquified petroleum gas (LPG) yang mayoritas impor.
Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN, Joddy Arya Laksmono, memaparkan teknologi tabung CNG itu ke hadapan Presiden Prabowo Subianto. Tabung yang dikembangkan BRIN ini mampu menyimpan CNG dengan tekanan sekitar 30 bar.
"Ini adalah alternative technology kami pak yang CNG, tapi tekanannya bisa sampai 30 bar pak tidak sampai 200 bar dan volumenya juga lebih banyak, satu setengah kalinya," kata Joddy saat mempresentasikan tabung CNG ke Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Sabtu (8/8/2026).
"Jadi kalau memang nanti masyarakat menggunakan ini, misalkan satu kali penggunaan seminggu, itu, LPG, ini (CNG) bisa satu, sepuluh hari, lima belas hari begitu, satu setengah kali untuk sementara," imbuh dia.
Bahan baku yang bisa disimpan yakni berupa gas alam atau natural gas C1 dan C2 yang pasokannya melimpah di Tanah Air. Sehingga, pemanfaatannya bisa mengurangi ketergantungan impor LPG.
Tampilan tabung berbeda dengan biasanya. Tabung CNG tersebut berbentuk semacam persegi. Ada keterangan material berongga atau Metal Organic Frameworks (MOF).
Pengembangan MOF
Mengutip laman resmi BRIN, Metal Organic Frameworks (MOF) menawarkan solusi penyimpanan gas alam (metana) yang menjanjikan sebagai pengganti LPG untuk kebutuhan memasak rumah tangga. Hal ini karena kemampuannya menyimpan gas pada tekanan lebih rendah, potensi densitas energi volumetrik kompetitif, dan fleksibilitas.
Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Joddy Arya Laksmono, menyampaikan bahwa saat ini BRIN telah berhasil membuat MOF dengan daya serap gas mendekati 95% dan pengujian sudah mencapai 700 kali siklus.
“Target kami 1000 siklus, artinya MOF bisa digunakan selama minimal 5 tahun. Setelah itu, hanya MOF-nya saja yang diganti tetapi tabung tetap sama,” kata Joddy, seperti dikutip.